HUT ke-86 Puncak Syukur sebagai Gereja, GPM Selalu Bawa Suara Injil Membebaskan dan Memanusiakan

oleh -987 views

Dalam perjalanan sejarah Gereja Protestan Maluku (GPM) selalu menceritakan bahwa kita membawa suara Injil yang membebaskan dan memanusiakan, karena 6 September 1935 menjadi tonggak iman untuk memproklamasikan kebebasan dalam bentuk keterlepasan dari dominasi pemerintah Hindia Belanda.

Suatu spirit keagamaan yang menunjukkan bahwa orang percaya hanya bergantung kepada Tuhan dan hidup dari berkat Tuhan.

Spirit itu yang membuat GPM percaya dan mengaku “Yesus Kristus adalah Tuhan dan Kepala Gereja, Tuhan atas sejarah bangsa-banhsa dan alam semesta dan Juruselamat Dunia”.

Itulah sebabnya dalam tiap babakan sejarahnya, GPM selalu bermisi di tengah masyarakat, bangsa dan di tengah dunia, karena itu pula di alam semesta pemberian Tuhan ini.

Kita sadar bahwa dalam masalah yang berat sekalipun, baik internal, seperti pada 1960 di mana lahirnya Pesan Tobat GPM, atau dalam hiruk pikuk di tengah bangsa, pada 1950 atau 1999, GPM tetap pada pendiriannya menjadi gereja yang menghadirkan pembebasan dan perdamaian.

“Lagi-lagi itu karena Tuhan bekerja secara nyata dalam hidup semua umat,” ungkap Ketua Sinode GPM, Pdt Elifas T. Maspaitela MSi dalam pesannya yang disampaikan kepada suaramaluku.com dan satumaluku.id, Sabtu (4/9/2021).

Malah bertubi-tubi kita dihantam bencana alam sampai pada pandemi covid-19, GPM tetap menjadi gereja dengan berusaha hadir lebih dahulu dan selalu hadir untuk mencerahkan pemahaman umat, menumbuhkan harapan, memulihkan kondisi hidup individu dan sosial, dan memastikan bahwa Tuhan ada dan tetap bekerja di dalam dan melalui gerejaNya.

Semua itu terjadi dan kita lakukan karena yakin, Tuhan selalu menunjukkan kebajikan dan kemurahan hatiNya kepada kita, karena Ia tetap menemukan kita sebagai gerejaNya dan memakai kita untuk menuntun semua dombaNya.

Hal itu selaras dengan Tema HUT 86 GPM, “Bersyukur atas kebajikan dan kemurahan Tuhan, Gembala yang baik” (Mazmur 23:1-6).

Pada spirit iman itulah kami mengajak semua jemaat untuk memahami puncak perayaan syukur HUT GPM sejak tahun ini dan seterusnya akan berlangsung dan berpusat di dalam Kebaktian Jemaat. Karena itu setiap 6 September, di seluruh Jemaat GPM, pada jam 09.00 sebagai jam kebaktian Jemaat GPM, akan ada kebaktian khusus HUT GPM.

Untuk tahun ini, MPH Sinode sudah menyurati semua Pemerintah Daerah di Maluku dan Maluku Utara agar warga GPM yang adalah ASN dapat beribadah pada jam 09.00 di gereja pada jemaatnya, semacam mendapat libur fakutatif.

Semoga dengan begitu, suasana syukur secara bersama-sama menjadi suatu tanda pertumbuhan iman kita dan melaluinya kita membentuk masyarakat dan bangsa yang religius serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, bangsa dan alam semesta.

No More Posts Available.

No more pages to load.