Yamin Rahayaan, Pembawa Bendera Maluku Saat Pembukaan PON XX Tekad Bikin “Hattrick” Emas

oleh -1.184 views
Atlit Yamin Rahayaan, pembawa pataka Maluku saat Pembukaan PON Papua, Sabtu malam (2/10/2021).

suaramaluku.com – PON XX 2021 Papua secara resmi sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Lukas Enembe Jayapura Papua, Sabtu (2/10/2021).

Pada pembukaan tersebut salah satu acaranya yaitu defile kontingen peserta dari 34 provinsi. Biasanya yang menjadi sorotan adalah atlet pembawa bendera kontingen setiap daerah.

Untuk kontingen Maluku saat defile yang membawa bendera adalah atlet berprestasi cabang olahraga (cabor) kempo, M. Yamin Rahayaan.

“Iya benar bung. Beta yang ditunjuk bawa bendera Maluku saat defile kontingen. Beta di depan setelah pembawa papan nama Provinsi Maluku. Ini suatu kebanggaan buat beta,” ujar Yamin Rahayaan ketika dihubungi media ini, Minggu (3/10/2021).

Menurutnya, selain bangga. Juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk menciptakan “hattrick” atau tiga kali berturut-turut merebut medali emas selama partisipasi di arena cabor kempo PON.

Yamin sebenarnya sudah ikut PON selama tiga kali sebelumnya dan kini PON XX 2021 adalah untuk keempat kalinya dia berpartisipasi wakili Maluku.

“Beta bertekad dan berjuang untuk meraih medali emas ketiga kalinya di PON. Ini sudah sesuai dengan target KONI Maluku untuk cabor kempo. Itu juga niat beta secara pribadi,” ungkap mantan atlet Pelatnas SEA Games 2013 Myanmar ini.

Baca Juga: 

M. Yamin Rahayaan, adalah atlet kempo nasional asal kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. Laki-laki kelahiran Bula 25 Maret 1989 ini, sudah membela Maluku di PON 2008 saat usianya baru 16 tahun dan masih pelajar SMA.

Tiga kali ikut PON hasilnya dua medali emas untuk Maluku. Yaitu merebut emas nomor randori kelas 70 kg di PON 2012 di Riau dan PON 2016 di Jawa Barat.

“Waktu PON 2008 di Kaltim, beta masih sekolah SMA. Belum dapat medali, kalah di perempatfinal,” ujarnya.

Ia akui dukungan untuk ciptakan hattrick juga didukung pelatih Jermias Lekahena dan asisten pelatih sekalian sparing partner nya, Thomas Marsel Murehuwey.

Cabor kempo di PON 2021 Papua ini baru akan bertanding pada 9 Oktober nanti di Sentani, kabupaten Jayapura.

Yamin menambahkan, di kelasnya randori 70 kg, hanya diikuti enam atlet. Sehingga sistem pertandingannya setengah kompetisi dibagi dua grup. Urutan satu dan dua grup masuk semifinal dan pemenang semifinal masuk ke final.

Soal peluangnya, Yamin yakin dan minta doa restu masyarakat Maluku. “Lawan berat beta itu dari Sumatera Barat. Dua kali PON sebelumnya, beta dan dia ketemu di final dan beta menang. Dia juga masih ikut di PON Papua,” tuturnya.

Untuk diketahui, Yamin meski sudah sumbangkan dua medali emas untuk Maluku, namun nasibnya tidak beruntung karena hingga kini tak punya pekerjaan tetap. Ia sempat jadi tukang ojek dan kini jadi Satpam honorer pada satu sekolah di kota Bula, SBT.

“Beta berharap janji pak Gubernur Maluku untuk bantu cari pekerjaan bagi atlet berprestasi bisa diwujudkan jua. Begitu juga beta harap pak Bupati SBT bisa akomodir atlet prestasi yang telah harumkan nama daerah,” harap Yamin. (novi pinontoan)

No More Posts Available.

No more pages to load.