Petinju Welmy Pariama Menang Telak 5-0, Ada Apa dengan Alvin?

oleh -1.157 views

suaramaluku.com – Tim tinju Maluku di arena PON XX 2021 Papua kembali meraih kemenangan. Kali ini keberhasilan diperoleh petinju putri senior, Welmy Pariama di kelas 60-64 kg.

Petinju putri andalan Maluku yang merupakan juara PON 2016 lalu itu, di babak penyisihan menang telak atas lawannya petinju DKI, Retno Apris Lestianings.

“Iya Welmy menang telak. Dari lima wasit hakim yang bertugas, semuanya memenangkan Welmy pada tiga ronde, sehingga unggul mutlak 5-0,” ungkap Wakil Ketua Pertina Maluku, Ongky Nanulaitta dari GOR Cendrawasih Jayapura kepada media ini, Rabu (6/10/2021).

Dengan hasil tersebut, Welmy melangkah ke semifinal. Di babak 4 Besar tersebut, nona Kamariang Seram Barat ini akan menghadapi Yamina Babingga dari Papua Barat.

Peluang Welmy untuk bikin “hattrick” emas makin terbuka. Lantaran lawan beratnya di kelasnya yang sama-sama pernah wakili Indonesia di even internasional, Imaculata M. Loda dari NTT kalah angka oleh Salomina Yerisitouw dari Papua.

Welmy yang dilatih Agus Titaley dan Matheos Lewaherila, dalam pertarungan lawan petinju DKI mendominasi sejak ronde pertama hingga ketiga dengan pukulan kombinasinya.

Petinju putri berpengalaman ini sudah ikut tinju PON sejak di Kaltim 2008 (medali perak), Riau 2012 (emas) dan Jawa Barat 2016 (emas).

Sebelumnya petinju kelas layang Maluku, Novi Sahuleka juga menang atas Supriadi dari Kalsel. Sedangkan dua petinju Maluku lainnya yakni Julius Lumoly dan Butje Tibalimeten masih belum bertanding.

ADA APA DENGAN ALVIN ?

Sementara itu, di final nomor bergengsi atletik yakni 100 meter putri. Sprinter andalan Maluku Alvin Tehupeiory yang baru pulang dari Olimpiade Tokyo, hanya menempati urutan keempat di garis finis.

Di babak final yang berlangsung di Timika, Alvin Tehupeiory finis di posisi keempat. Dia mencatatkan waktu 12,08 detik. Jauh dari catatan terbaiknya 11.64 detik di Kejurnas 2019 maupun waktu di Olimpiade Tokyo yakni 11.89 detik.

Ada apa dengan Alvin? Menurunkah peak performance nya? Cedera kah? Sakit kah? Lelah kah sepulang Olimpiade? Walahualam.

Yang pasti, kita berdoa dan memberinya semangat untuk bangkit maksimal di nomor spesialisnya 200 dan 400 meter putri nantinya.

Usai bertanding, Alvin kepada wartawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Maluku karena belum memberikan hasil terbaik.

Sebelumnya, mantan sprinter nasional asal Maluku Agus Ngamel yang kini jadi pelatih dan manager Pelatnas di Jakarta, sudah prediksi Alvin harus jaga kondisi dan jangan terlena sepulang Olimpiade. Apalagi Alvin juga sempat sakit sebelum Olimpuade.

Sebab, menurut Agus, di nomor 100 meter Alvin akan mendapat persaingan ketat dari dua atlet Jawa Barat, Bengkulu dan DKI. Hasilnya peringatan Agus itu benar.

“Ini saya bicara sesuai data atlet Pelatnas. Jadi 100 meter pasti ramai. Kalau di 200 dan 400 meter itu memang spesialisasi Alvin,” jelas Agus yang sumbangkan dua emas untuk Maluku di PON Jakarta 1996, beberapa hari lalu.

Medali emas untuk nomor 100 meter putri PON Papua ini diraih dua sprinter Jawa Barat, Tyas Nurtiningsih dengan catatan waktu 11,79 detik dan medali perak disabet Erna Nuryanti dengan waktu 11,90 detik serta pelari Bengkulu Hasruni finish di posisi ketiga denga waktu  11,95 detik. (novi pinontoan)

No More Posts Available.

No more pages to load.