Penyanyi dan Musisi Konser HUT ke-2 Ambon City of Music Unesco Pertanyakan Honor Mereka

oleh -2,463 views

suaramaluku.com – Para penyanyi dan musisi pengisi acara konser.dalam rangka HUT II penetapan Kota Ambon sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik oleh badan PBB, Unesco atau populer dengan nama Ambon City of Music (ACM) hingga kini honor mereka belum dibayar oleh Pemkot Ambon.

Konser musik perdana di tengah masa pandemi Covid 19 itu disaksikan ribuan orang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekrfat) Sandiaga Salahuddin Uno digelar di Lapangan Merdeka, Jumat (29/10/2021).

Menurut salah seorang pengisi acara pada panggung konser di Lapangan Merdeka yang mewakili para penyanyi dan musisi, meski konser meriah beberapa panggung itu sudah berakhir hampir dua pekan, namun belum ada tanda-tanda Pemkot melalui Dinas Pariwisata Ambon membayar honor mereka.

“Konsernya sudah berakhir hampir dua pekan lalu. Namun honor para penyanyi dan musisi belum diselesaikan. Pak Rico Hayat (Kadis Pariwisata Ambon, red) pernah sampaikan dalam satu dua hari akan diselesaikan. Tetapi sampai sekarang belum ada kabar,” ungkap salah satu pengisi acara tersebut kepada media ini, Selasa (9/11/2021).

Dijelaskan, kesepakatan dengan Kadis Pariwisata Ambon sebelum konser dilaksanakan yaitu budget atau dana Pemkot Ambon terbatas. Jadi tidak ada besaran kontrak per orang berapa. Tapi semua disamaratakan untuk penyanyi yakni Rp 7,5 juta.

“Karena ini untuk perayaan HUT Ambon City of Music, ya kami setuju saja. Sekaligus turut berpartisipasi sebagai orang Ambon atau warga kota. Kalau honor untuk band, kami kurang tahu. Yang Rp 7,5 juta itu untuk penyanyi,” jelasnya.

Kadis Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat, belum sempat dihubungi untuk dimintai konfirmasinya tentang hal ini.

Sekedar mengingatkan, konser musik ini menampilkan sejumlah artis/musisi seperti Ruth Sahanaya, Doddie Latuharhary, Putri Pasanea, Nanaku Group, Ona Hetharua, Marvey Kaya, Beto Habiboe, Nanala Voice dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ruth Sahanaya mengatakan, musik adalah pemersatu dan identitas Kota Ambon.

“Musik adalah pemersatu, musik adalah perekat, dengan musik Ambon akan menjadi kaulah segalanya,” ungkapnya sambil menyebut judul lagu miliknya yang populer.

Untuk diketahui, selain panggung utama di Lapangan Merdeka, saat itu Pemkot Ambon juga menggelar sejumlah panggung konser di sejumlah lokasi seperti di Taman Gong Perdamaian, depan Kantor Walikota Ambon, depan Bank Mega, depan Bank Indonesia, depan Gereja Maranatha dan di Taman Pattimura. (SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.