Fans Bayern Munchen Simpati Tragedi Kanjuruhan, FIFA Turut Berduka, Liga Berhenti Sementara

oleh -117 views
Presiden FIFA Gianni Infantino. -dokumen-

suaramaluku.com – Tragedi di Stadion Kanjuruhan kabupaten Malang, Jawa Timur, turut mendapat simpati dan dukacita dari komunitas sepakbola internasional, terutama di Eropa dan badan sepakbola dunia FIFA.

Hal itu dibuktikan saat pertandingan Liga Champions Eropa yang disiarkan langsung stasion televisi maupun live streaming, pada Rabu dinihari (5/10/2022) dan Kamis dinihari (6/10/2022).

Fans atau pendukung Bayern Munchen misalnya, menunjukkan solidaritas kepada pendukung Arema FC dan juga sepakbola Indonesia dengan mengenang Tragedi Kanjuruhan.

Rasa simpati itu disampaikan fans Die Rotten dengan membentangkan spanduk dalam laga Bayern vs Viktoria Plzen pada Liga Champions di Allianz Arena, Rabu dinihari (5/10/2022).

Pertandingan Grup C Liga Champions itu dibuka dengan mengheningkan cipta untuk korban. Itu juga dilakukan pada partai Barcelona vs Inter Milan serta dilakukan pula oleh klub Borussia Dortmund.

Tragedi Kanjuruhan menimbulkan korban jiwa mencapai 125 orang termasuk dua polisi serta puluhan orang luka berat ringan, Sabtu (1/10/2022).

Tidak saja mengheningkan cipta, Tragedi Kanjuruhan hadir dalam laga Bayern Munchen vs Viktoria Plzen melalui dua spanduk yang dibawa suporter tuan rumah.

Salah satu spanduk menyinggung soal pembunuhan oleh polisi. Sementara lainnya soal mengenang kejadian tersebut.

“Mengenang kematian di Kanjuruhan,” bunyi tulisan hitam dalam spanduk putih, seperti dilansir dari CNNIIndonesia.

FIFA TURUT BERDUKA

Tragedi Kanjuruhan bukan saja jadi duka bagi sepakbola Indonesia, tetapi internadional. Otoritas sepakbola dunia yakni FIFA pun turut prihatin dan ikut berduka cita, dengan cara pengibaran bendera seluruh anggotanya setengah tiang di markas mereka.

Presiden FIFA Gianni Infantino dalam video yang disebar di medsos, menyatakan pihaknya prihatin dan turut berdukacita atas tragedi tersebut.

Infantino sempat menyebut nama Arema FC dan Persebaya Surabaya. Dikatakan tragedi itu adalah “hari gelap” bagi komunitas sepakbola dunia dan di luar pemahaman pihaknya.

Diakui pihaknya tidak bisa intervensi kompetisi sepakbola domestik. Namun FIFA telah melarang penggunaan senjata dan gas air mata didalam stadion untuk seluruh federasi sepakbola di dunia.

LIGA DIHENTIKAN SEMENTARA

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, menyampaikan hasil rapat pertama TGIPF Tragedi Kanjuruhan pada Selasa (4/10) malam di Jakarta.

Ada 3 poin penting dalam rapat tersebut, salah satunya soal liga yang dihentikan sementara.

Menurutnya, TGIPF akan fokus pada mencari akar masalah dari kerusuhan yang kerap terjadi di sepakbola Indonesia.

Berikut tiga poin penting hasil rapat pertama TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang akan menjadi rekomendasi bagi pihak-pihak terkait:

1. Tim akan merekomendasikan penjatuhan sanksi bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran.

2. Tim akan merekomendasikan sinkronisasi regulasi baik regulasi FIFA dan peraturan perundangan kita, dan tentu sosialisasi serta pemahaman kepada seluruh stakeholder sepak bola, aparat keamanan, supporter, offical, dan sebagainya. Semua pihak terlibat harus memahami peraturan ini.

3. TGIPF juga menekankan dan disetujui oleh Menpora bahwa semua kompetisi PSSI (Liga 1, 2 dan 3) dihentikan sementara sampai Presiden menyatakan bisa dinormalisasi, setelah tim ini menyampaikan rekomendasinya tentang seperti apa pelaksanaan penyelenggaraan dan pengamanan pertandingan harus dilakukan. (*/NP)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.