Tim Kosabangsa Unpatti Luncurkan Inovasi Agroforestry di Negeri Nusaniwe

oleh -108 views

suaramaluku.com – Tim Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) Universitas Pattimura (Unpatti) meluncurkan program Inovasi Agroforestry sebagai diversifikasi usaha di Negeri Nusaniwe, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Tim tersebut terdiri dari dosen berbagai fakultas yaitu: Dr. Ir. G. Joseph MSi (Pertanian) sebagai Ketua Tim. Anggota tim adalah Dr. Ir. V. J. Pical MSi (Perikanan), Dr. Dra. D.L.Y. Lopulalan MSi dan S. Salakay S.Sos.M.I.Kom. (FISIP), Unpatti Ambon.

Kegiatan ini juga melibatkan sembilan orang mahasiswa baik yang masih kuliah (kuliah di luar kampus) maupun pelaksanaan tugas akhir seperti KKN Tematik dan Penelitian.

Kepada media ini Sabtu (12/11/2022), Dr Joseph mengatakan, Program Kosabangsa yang diluncurkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi di tahun 2022 ini adalah pilot projek dan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, ada empat kegiatan yaitu Kegiatan budidaya lebah madu Apis cerana; Kegiatan Penggunaan Rumpon Portable; dan Produksi kecap manis ikan dalam kemasan serta Produksi madu dalam kemasan.

Dikatakan, sebagai perguruan tinggi yang memiliki sumberdaya manusia yang kompeten, Unpatti akan kembangkan ilmu dan pengetahuan dalam menganalisis situasi yang ada di lokasi mitra sehingga dapat berikan solusi berupa inovasi kreatif yang bisa berdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Dr Joseph jelaskan, inovasi yang dapat dikembangkan di daerah kepulauan, salah satunya adalah sistim agroforestri. Yaitu suatu sistem pengelolaan sumberdaya alam yang dinamis secara ekologi dengan penanaman pepohonan di lahan pertanian atau padang penggembalaan untuk memperoleh berbagai produk secara berkelanjutan sehingga bisa tingkatkan keuntungan sosial ekonomi dan lingkungan bagi semua pengguna.

Agroforestri adalah suatu sistem pengelolaan lahan yang lestari untuk meningkatkan hasil, dengan cara memadukan produksi hasil tanaman pangan (termasuk hasil pohon-pohonan) dengan tanaman kehutanan dan/atau kegiatan peternakan baik secara bersama maupun berurutan pada sebidang lahan yang sama, dan gunakan cara-cara pengelolaan  yang sesuai dengan pola kebudayaan penduduk setempat.

Klasifikasi sistim agroforestry merupakan penerapan keterpaduan beberapa subsistem antara lain: kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan tergantung dari kondisi masyarakat tersebut.

“Keterpaduan sub-sub sistem pada agroforestri inilah yang akan diimplementaskan  di Pulau Ambon sebagai diversifikasi usaha untuk peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Provinsi Maluku,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan sub-sub sistem pertanian- kehutanan-peternakan dan perikanan atau yang disebut agrosilvopastura-fisheries pada hakekatnya merupakan solusi atas permasalahan masyarakaat yang dihadapi di wilayah ini ditengah semakin tingginya tekanan hidup untuk mendapatkan pendapatan bagi rumah tangga. (SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.