Anna Latuconsina, Sosok Low Profile yang Terus Berkarya untuk Maluku

oleh -2,296 views
oleh

suaramaluku.com – Sosoknya low profile. Tenang, rendah hati. Tidak suka tebar janji. Namun lebih suka berkarya nyata daripada hanya omong doang. Tanpa hingar bingar ekspos, ia bekerja secara “silent” untuk tanah asalnya, Maluku tercinta.

Itulah figur Anna Latuconsina SH S.I.Kom. Perempuan kelahiran Ambon 15 Februari 1956 ini adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku.

Baginya dunia politik dan organisasi bukanlah hal baru. Jauh sebelum dirinya mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD atau DPD RI, ia sudah berada dalam keluarga yang bergelut dengan persoalan politik, birokrasi, organisasi, kemasyarakatan, pendidikan dan pariwisata di Maluku.

Pasalnya, Anna Latuconsina terlahir dari keluarga yang aktif melayani kepentingan masyarakat. Ayahnya Drs.H. Rustam Hafiedz adalah seorang birokrat yang pernah bertugas di Maluku sejak tahun 1950 hingga 1977. Kemudian pindah ke Kalimantan sebagai Sekwilda Provinsi Kalimantan Timur. Ibunya Hj. Sien Ely juga aktivis pada eranya.

Selain itu, suaminya Ruswan Latuconsina SH adalah politisi senior Partai Golkar. Yang semasa aktifnya merupakan Ketua DPD Golkar Maluku dan Ketua DPRD Provinsi Maluku selama tiga periode 1982 – 1997, sebelum era reformasi.

“Dunia politik dan organisasi itu sudah jadi rutinitas bagi kami. Saat Pak Wan (suaminya) masih aktif di Ketua DPD Golkar dan DPRD Maluku, beta belum mau terlibat langsung. Hanya dampingi beliau,” ujar Ibu Anna, begitu sehari-hari ia disapa, kepada media ini akhir pekan kemarin.

Seiring dinamika peralihan masa orde baru ke era reformasi dan usia yang makin menua, Pak Wan beristirahat dari dunia politik praktis.

“Setelah beliau istirahat. Barulah beta mulai berkiprah di dunia politik nasional. Awalnya caleg di DPR RI tapi gagal. Lalu dengan lahirlah lembaga negara DPD RI, maka beta ambil jalur ke sana dan bersyukur terpilih,” ungkap Ibu Anna, yang sebelumnya pernah jadi anggota DPRD Provinsi Maluku tahun 1997-1999.

Kiprah Anna Latuconsina di DPD RI tercatat sudah tiga periode mendapat kepercayaan rakyat atau kontituen dari dapil Maluku. Yaitu periode 2009 – 2014, berlanjut 2014 – 2019 dan 2019 – 2024 (sekarang). Setiap periode rata-rata ia memperoleh 100 ribuan suara.

Meski sudah tiga periode sebagai salah satu senator Maluku di DPD RI. Namun ibu Anna mengakui perjuangan untuk kepentingan Maluku belum terwujud. Itu semua lantaran kewenangan dan fungsi lembaga tersebut, berbeda dan tidak sekuat DPR RI.

“Sehingga beta dan kawan-kawan bukan saja perjuangkan aspirasi daerah masing-masing. Namun juga berjuang untuk memperkuat kedudukan dan fungsi lembaga DPD RI. Itu terus kami suarakan, sehingga perwakilan daerah juga bisa punya kewenangan yang signifikan dengan lembaga negara lain,” ungkap senator yang adiknya anggota grup band legendaris Slank, Rido Hafieds.

Terkait dengan perjuangan terus untuk kepentingan Maluku, ia menyatakan dirinya kembali telah mendaftar guna ikut Pemilu 2024 sebagai calon Anggota DPD RI periode 2024 – 2029 nantinya.

Dari 16 bakal calon Anggota DPD RI dapil Maluku, Anna Latuconsina sebagai petahana bersama lima orang lainnya tercatat sudah memenuhi syarat (SMS) administrasi. Tiga petahana lainnya yaitu Nono Sampono, Novita Anakotta dan Mirati Dewaningsih.

“Iya. Beta sudah dafrar lagi untuk Pemilu 2024. Syukur verifikasi administrasinya sudah selesai dan dinyatakan SMS. Tinggal verifikasi faktual nya saja,” katanya.

Apa resepnya sehingga terus mendapat kepercayaan rakyat?

No More Posts Available.

No more pages to load.