WAJAR Kembali Digelar, Pemkot Jawab Penanganan Longsor di BTN Lateri 2

oleh -659 views
oleh

suaramaluku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar kegiatan Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), Jumat (22/5/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj. Sekretaris Kota (Sekkot) Roby Sapulette, didampingi moderator yakni Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Ronald H. Lekransy serta para pimpinan OPD terkait, guna menanggapi aspirasi warga.

Dalam WAJAR kali ini, persoalan menonjol disampaikan warga terkait dengan penanganan bencana longsor yang terjadi di BTN Lateri 2, Kelurahan Lateri Kecamatan Baguala beberapa waktu lalu, yang menimbulkan kerawanan bencana longsor susulan dalam kondisi cuaca ekstrim.

Terkait hal ini, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan menjelaskan bahwa kejadian bencana longsor telah mendapat perhatian serius Pemkot, dengan peninjauan langsung oleh Wawali Ambon, Ely Toisutta pasca kejadian.

“Saat peninjauan Wawali menginstruksikan tindakan secapatnya, dan yang dilakukan oleh BPBD adalah memberikan bantuan terpal untuk menahan tanah agar air tidak membawa sendimentasi dari atas, sebab rumah warga sangat dekat dengan lokasi longsoran,” kata Frits.

Ia menjelaskan langkah penanganan darurat termasuk pembersihan secara manual telah dilakukan oleh BPBD dan Dinas PUPR Kota Ambon, namun untuk pengamanan jangka panjang perlu dilakukan pembangunan talud penahan.

“Dari Dinas PUPR telah menghitung luasan dan biayanya, namun kebijakan ini harus diputuskan oleh pimpinan daerah, karena menyangkut ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Dinas PUPR sendiri membenarkan pembangunan talud penahan tanah dengan tinggi 6 meter dan Panjang 25 meter membutuhkan biaya yang cukup besar yakni Rp 279 juta.

Menjawab hal tersebut, Pj. Sekkot mengakui, kebutuhan anggaran yang cukup besar, menjadi pertimbangan Pemkot di tengah keterbatasan anggaran yang ada, sehingga ia meminta agar warga bersabar.

Ia juga menyoroti tanggungjawab pihak pengembang yang tidak membangun retaining wall (tembok penahan).

“Ini menjadi catatan bagi Pemkot dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilakukan pihak pengembang atau developer,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada 29 April 2026 lalu, Wawali Ambon Ely Toisutta turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di kawasan Lateri.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan proses penanganan berjalan cepat serta seluruh kebutuhan warga yang terdampak dapat segera dipenuhi. (*/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.