Jenderal TNI Pernah Tugas di Maluku Ada yang Jadi Menhankam, Panglima TNI, KSAD dan KSAL  

oleh -1,009 views
oleh

suaramaluku.com – Tanggal 5 Oktober merupakan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dulu dikenal sebagai HUT ABRI. Tahun 2023 ini merupakan peringatan yang ke-78 tahun.

Terkait dengan itu, tulisan ini mengangkat beberapa pimpinan TNI yang pernah bertugas di Maluku baik di Kodam Pattimura, Pangkalan TNI AL maupun lahir di Ambon yang pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam), Panglima TNI maupun pimpinan kesatuan matra (KSAD dan KSAL)..

Yang pertama adalah Jenderal TNI (Purn) Poniman. Ia pernah bertugas di Maluku (termasuk Maluku Utara) sebagai Panglima Kodam Pattimura ke-4 periode 1968 – 1970.

Kariernya usai jadi Pangdam Pattimura melejit. Beberapa jabatan strategis dipegangnya. Yaitu Pangkostrad 1973 –1974, Wakil Kepala Staf TNI AD 1977 – 1980 dan Kepala Staf TNI AD ke-13 periode 1980-1983.

Poniman kemudian dipercaya oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Republik Indonesia dari 19 Maret 1983 — 21 Maret 1988

Ia memperoleh 17 penghargaan berupa bintang dan tanda jasa. Beliau wafat di Jakarta pada tanggal 30 April 2010 dalam usia 83 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.

PANGLIMA TNI

Selain itu, ada dua figur perwira tinggi yang pernah bertugas di Maluku, yang mencapai posisi tertinggi karier militernya dengan menjabat Panglima TNI.

Pertama adalah Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Beliau bertugas di Maluku sebagai Pangdam Pattimura ke-14 tahun 2002 – 2003. Sosoknya dinilai berhasil memulihkan keamanan pasca konflik sosial di Maluku dalam posisi Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam).

Keberhasilan itu, membuatnya dipercaya jabatan berikutnya sebagai Pangdam Jaya Maret 2003 – Oktober 2003. Setelah itu karier Djoko Santoso terus melejit hingga jadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) tahun 2005, dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007—2010. Ia meninggal dunia 10 Mei 2020.

Figur kedua yang pernah bertugas di Maluku dan mencapai puncak karier militernya adalah Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima TNI saat ini.

Dalam perjalanan kariernya, Yudo Margono pernah memegang tongkat komando TNI AL di wilayah Indonesia Timur. Yakni di Tual dan Sorong.

Tercatat Yudo Margono pernah menjabat Komandan Pangkalan TNI AL (Dan Lanal) Tual, Provinsi Maluku periode 2004 sampai 2006 atau selama dua tahun. Sedangkan Komandan Lanal Sorong (2008–2010).

Beliau juga sebelum menjabat Panglima TNI, sempat menjadi Kepala Staf TNI AL periode 2020 – 2022.

KEPALA STAF TNI AD

Sementara itu, ada pula sosok yang pernah menjabat di Maluku maupun keturunan daerah inì yang kemudian menjadi pimpinan tertinggi kesatuan TNI AD.

Mereka adalah Jenderal TNI (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo. Beliau pernah menjabat Panglima Kodam Pattimura ke-15 pada tahun 2003 menggantika Djoko Santoso.

Ia adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 2007—2009. Yang juga menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso pada 28 Desember 2007. Sebelumnya Agustadi menjabat Sekretaris Menko Polhukam.

Agustadi merupakan lulusan terbaik AKABRI tahun 1974 penerima Adhi Makayasa dan juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi ABRI tahun 1992—1999.

Figur berikutnya adalah jenderal berdarah Maluku yaitu Jenderal TNI (Purn.) George Toisutta. Selain keturunan Maluku, Beliau juga pernah bertugas sebagai Pangdam XVII/Trikora (Maluku dan Papua) dan kemudian Pangdam Siliwangi.

Lulusan Akademi Militer, Magelang pada tahun 1976 ini, selanjutnya dipromosi sebagai Panglima Kostrad dari tahun 2007 hingga 2009. Setelah itu Toisutta dapat kepercayaan meraih bintang empat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011. Beliau wafat pada 12 Juni 2019.

BINTANG TIGA

Meskipun putra asal atau berdarah Maluku, hanya George Toisutta yang meraih bintang empat. Namun satu level dibawahnya yakni bintang tiga atau Letjen cukup banyak.

Mereka diantaranya Letjen TNI Purn Leo Lopulisa (eks Pangkowilhan III dan Pangkostrad), Letjen TNI Purn Suaidy Marasabessy (eks Pangdam Hasanudin/Kasum TNI), Laksdya TNI Purn Stany Fofid (mantan Irjen TNI).

Kemudian, Letjen TNI Mar Nono Sampono (eks Dankormar/Komandan Paspampres) dan Letjen TNI Purn Jeffry A. Rahawarin (mantan Pangdam Pattimura dan Pangkogabwilhan III).

Di luar nama-nama tersebut, meski pangkatnya dibawah mereka tetapi pernah duduki jabatan strategis diantaranya Kolonel Purn Herman Pieters (Pangdam Pattimura I 1957 – 1961), Mayjen TNI Purn Josef Muskita (1965–1970 sebagai Kepala Staf Komando Antar Daerah Sumatra, merangkap Kepala Staf Komando Antar Daerah Pertahanan Sumatra dan 1967–1970: merangkap Kepala Staf Koordinasi Operasi Harapan dan Sekretaris Wapres RI 1983 – 1988)).

Brigjen TNI Purn  Johannes Marcus Pattiasina (Pejuang kemerdekaan Indonesia angkatan 1945, pelopor industri minyak di Indonesia dan salah satu perintis Pertamina).

Brigjen TNI dr Frans Pattiasins (Pejuang kemerdekaan, Direktur Rumah Sakit “Tjikini”

Tahun 1958, Kepala RS Pusat TNI AD Gatot Sobroto tahun 1970, Kepala Jawatan Kesehatan TNI AD tahun 1971 dan Ketua Tim Dokter Ahli Presiden RI).

Mayjen TNI Purn Max Tamaela (Pangdam Pattimura ke 10 1999 – 2000), Mayjen TNI Purn Leonardus JP Siegers (mantan Pangdam I/Bukit Barisan 2010 – 2011), Mayjen TNI Purn Rudy Yulius Huliselan (Dir A Bais TNI 2011/Dir E Bais TNI 2013 dan Aspam Kasad 2016), Mayjen TNI Purn Isaac Marcus Pattipeilohy (Komandan Polisi Militer Kostrad 2006, Komandan PM Kodam Cenderawasih 2007, Komandan PM Kodam Hasanudin 2010, Sekretaris Pusat PM Angkatan Darat 2012 dan Staf Khusus Kasad 2020)

Mayjen TNI Dominggus Pakel (Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Mayjen TNI M. Saleh Mustafa (Kepala Staf Kostrad 2023, Pangdam Cendrawasih 2022 – 2023, Kepala Staf Kodam Jaya 2019 – 2021), Mayjen TNI Rafael Granada Baay (Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) kini).

Brigjen TNI Purn Karel Ralahalu (eks Kasdam Trikora dan Gubernur Maluku dua periode 2003 – 2013) dan Kolonel Inf Purn G.J. Latumahina (eks Atase Pertahanan di China/Gubernur Maluku ke-4 1965 – 1968).

Masih banyak putra Maluku dan Maluku Utara perwira tinggi TNI AD yang kini memegang jabatan strategis. Seperti Brigjen TNI Arnold Ritiauw (eks Danrem 151 Binaiya dan kini Inspektur Divisi Infanteri 3 Kostrad), Brigjen TNI Christian K. Tehuteru (eks Danrem 151 Binaiya dan kini Asops Kaskostrad), Brigjen TNI Frengky E. Riupassa (Irdam Kasuari 2018—2020 dan kini Asdep Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polhukam), Brigjen TNI Ferdinand Mahulete (Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi BSSN) serta beberapa lainnya.

JENDERAL TNI AU – AL

Di matra udara dan laut. Putra-putra berdarah Maluku pun juga banyak yang menjadi jenderal bahkan legendaris di satuannya.

Misalnya saja ada tiga jenderal satu marga di TNI AU yaitu almarhum Marsda TNI Purn Leonardus Willem Johanes Wattimena atau lebih dikenal sebagai komodor Leo Wattimena yang legendaris. Leo juga pernah jadi Panglima Komando Operasi AURI (1963) lalu Panglima Komando Pertahanan Udara (1966).

Berikutnya penerbang Marsda TNI Purn Pieter L.D. Wattimena serta Marsda TNI Purn Adrian Wattimena (Komandan Korps Paskhas TNI AU 2015 – 2016). Namun tempat kelahiran mereka berbeda yaitu Pontianak, Pematang Siantar Sumut dan Ambon.

Selain trio jenderal Wattimena, juga ada penerbang tempur yang pensiun jenderal bintang dua yakni Marsda TNI Purn Lambert Silooy. Serta purnawirawan jenderal bintang satu keturunan Tionghoa pertama yang menjadi penerbang jet tempur di Indonesia, yaitu Marsma TNI Purn Rudi Taran.

Terkini ada pula jenderal bintang satu yang masih aktif Marsma TNI Gladly Mailoa (eks Kepala Keuangan Mabes TNI AU,) dan beberapa perwira lainnya. Mailoa juga sempat menduduki posisi Kepala Pusat Keuangan Mabes TNI.

Sedangkan di jajaran TNI AL pun putra-putra Maluku tak kalah menterengnya. Mereka diantaranya Brigjen TNI Mar Purn Jacob Julius Sahulata (mantan Kepala Staf KKO/Marinir), Laksma TNI Purn John Pattihahuan (eks Komandan Lantamal Ambon 1980 an).

Laksda TNI Purn Franklin William Kayhatu (Komandan Lantamal X 1998 dan Kapuspen TNI AL 2000 – 2002), Laksda TNI Purn Ishak Latuconsina (mantan Dubes RI di Pakistan), Laksma TNI Gig J.M.Sipasulta (eks Wadan Kodiklatal, Komandan Lantamal VIII/Manado dan Kadispenal) serta lainnya.

Terkini di jajaran TNI AL juga ada Brigjen TNI Mar Said Latuconsina (Komandan Lantamal IX Ambon), Laksma TNI Effendi Maruapey (Kepala Oditurat Militer Tinggi I Medan) dan Laksma TNI Yosua Dominggus Aipassa (Komandan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada RI).

Di luar nama-nama yang disebutkan dalam tulisan ini, masih banyak purnawirawan jenderal atau yang masih aktif di TNI AD, AL dan AU, yang pernah bertugas di Maluku dan Maluku Utara atau putra asal daerah ini yang duduki posisi strategis tapi belum sempat disebutkan.

Akhirnya, terus jayalah TNI. Patriot bangsa dan penjaga NKRI. (novi pinontoan)

No More Posts Available.

No more pages to load.