suaramaluku.com – Sesuai agenda awal, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan datang ke Maluku untuk kunjungan kerja (Kunker) pada hari ini Kamis (3/10/2024) dan Jumat (4/10/9/2024) namun dibatalkan.
Kunker kepala negara dua periode itu terfokus ke Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Sedangkan Kota Ambon hanya tempat transit dan menginap.
Jadwal kunker Jokowi dan rombongan tersebut bahkan sudah dilakukan rapat koordinasi (Rakor) oleh Pemprov Maluku di ruang rapat lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/9/2024) lalu.
Rakor itu dipimpin Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Suryadi Sabirin, dihadiri oleh Forkopimda Maluku, pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov, serta para stakeholder.
Namun demikian, rencana kunker Jokowi ke Bursel dan SBT itu, mendapat respon negatif dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang tergabung pada Cipayung plus di Ambon Maluku, menolak kedatangan Jokowi tersebut.
OKP Cipayung plus terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpinan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), GMNI, PMII, IMM dan KAMMI Provinsi Maluku dan Kota Ambon
“Lebih dari dua kali Presiden Jokowi datang ke Maluku. Apa yang diberikan? Hanya janji manis seperti Lumbung Ikan Nasional (LIN), Ambon New Port (ANP), Blok Masela serta RUU Kepulauan,” beber Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, Abubakar Mahu, kepada media Minggu (29/7/2024).
Lebih lanjut, dia menyatakan, “Semestinya kunjungan beliau pada penghujung kepemimpinan ini untuk meninjau perkembangan pembangunan LIN dan ANP yang telah beliau janjikan, tapi ternyata janji itu hanya membohongi kami rakyat Maluku,” tandasnya.
Selain OKP Cipayung plus, penolakan kedatangan Jokowi juga disampaikan oleh Serikat Mahasiswa Maluku Bersatu (SMMB), dalam rilisnya yang diterima media pada Minggu (29/9/2024) yang diteken ketuanya Radhi Derlen.
SMMB mengancam, akan melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan atas agenda kunjungan Presiden Jokowi di Maluku. Hal itu pun disampaikan mereka dalam aksi demo damainya.
SURAT DARI ISTANA
Untuk diketahui, kepastian kunker Presiden Jokowi ke Maluku, sebelumnya sudah didahului oleh Tim Advance Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang telah turun ke sejumlah lokasi di Bursel dan SBT yang menjadi titik kunjungan Presiden.
Namun ternyata ada surat dari Istana Kepresidenan di Jakarta yang menginformasikan bahwa kunjungan Jokowi ke Maluku dibatalkan.
“Mendadak ada informasi dari Istana Kepresidenan bahwasanya kunjungan kerja Presiden ditunda,” ungkap Plh Sekda Maluku, Suryadi Sabirin dikonfirmasi salah satu media online di Ambon, Selasa (1/10/2024).
Ia menambahkan, dalam surat dari Istana Kepresidenan tidak membeberkan alasan kunjungan itu ditunda.
Lebih lanjut, menurutnya, Pemprov Maluku telah menyurati Istana dan menyatakan kesiapan jika Presiden akan berkunjung sebelum mengakhiri masa tugasnya pada 20 Oktober 2024 mendatang.
“Kalau alasan sih kita belum tahu persis ya. Yang pasti mungkin ada kesibukan beliau di penghujung jabatan. Bayangkan saja, ini kan mendadak. Tim Paspampres sudah datang melakukan pengamanan. Itu berati ada agenda penting yang harus diselesaikan,” jelas Sabirin, dikutip dari media lain.
Seperti diberitakan, agenda Presiden Jokowi ke di Bursel yakni mengunjungi Rumah Sakit Daerah dan Pasar disana, mengecek perkembangan BPJS Kesehatan, alat kesehatan, melihat pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, serta memberikan Bantuan Langsung Tunai.
Sedangkan di SBT dengan agenda tinjau Rumah Sakit Daerah di Bula untuk mengetahui penanganan penurunan Stunting, penanganan Polio, TB, dan kondisi kesehatan masyarakat di sana serta terkait BPJS.
Selain itu, Joko Widodo juga akan mengunjungi SMK Negeri 1 Seram Bagian Timur yang menangani Bidang Agrobisnis dan sholat Jumat di Bula sesudah itu kembali ke Ambon dan melanjutkan perjalanan balik ke Jakarta.
Sesuai jadwal setelah kunker di Nusa Tenggara Timur (NTT) harusnya ke Maluku. Diberitakan Jokowi sudah selesai berkunjung di provinsi tersebut. (SM-05)






