Walikota Jelaskan Visi Bangun Ambon Saat Diskusi Publik KNPI Maluku dan FISIP Unpatti

oleh -1,363 views
oleh

suaramaluku.com – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengungkapkan arah pembangunan Kota Ambon lima tahun kedepan terangkum dalam Visi besar pembangunan kota Tahun 2025 – 2029, yakni Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan.

Hal itu disampaikan pada Diskusi Publik yang digelar KNPI Maluku dan FISIP Universitas Pattimura (Unpatti) dengan tema “Quo Vadis Kota Ambon: Arah dan Tantangan Pembangunan Berbasis Karakteristik Wilayah dan Keunggulan Spasial” di Auditorium FISIP Unpatti,” Kamis (3/10/2025).

Wattimena dalam paparannya, menjelaskan, arah pembangunan Kota Ambon lima tahun kedepan terangkum dalam Visi besar pembangunan kota Tahun 2025 – 2029, yakni Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan.

“Ini arah pembangunan kita yaitu visi pembangunan kota. Ambon Manise itu adalah Ambon yang maju, maju dalam semua aspek, pendidikan kesehatan, infrastruktur dan sebagainya. Ambon yang aman, Ambon yang nyaman, Ambon yang indah sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Diakuinya, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan Ambon yang inklusif, yaitu Ambon sebagai rumah bersama bagi semua masyarakat.

“Hal ini terimplementasi dalam kebijakan pemerintah membuka ruang akses yang sama bagi warga kota, termasuk kaum yang rentan, yakni warga miskin, perempuan dan anak, serta disabilitas. Ini upaya kita membangun inklusifitas tanpa terkecuali, ” bebernya.

Selanjutnya Visi Ambon yang toleran, merupakan landasan yang harus dibangun secara kuat. Sebab disadari sungguh kota ini adalah kota yang majemuk dan heterogen dimana warganya terdiri dari beragam suku dan agama.

“Bagaimana dalam perbedaan kita dapat hidup bersama, kuncinya adalah toleransi, bukan hanya antar umat beragama, tetapi dengan rela biarkan orang lain dari suku dan agama, kelompok yang lain dapat beraktivitas bersama. Kalau ini dapat dilakukan maka Ambon menjadi kota yang toleran, saling menghargai, dilandasi dengan budaya dan kearifan lokal yang kita miliki, pela-gandong dan sebagainya,” bebernya.

Yang terakhir, Visi Ambon yang berkelanjutan, ujar Wattimena adalah bagaimana membangun ambon dengan tidak memikikran hari ini saja, tetapi bagaimana pembangunan itu dapat dirasakan generasi kedepan.

“Kalau hanya pikirkan hari ini saja, dampak nya anak cucu tidak menikmati pembangunan, jadi Ambon berkelanjutan bukan hanya konsep, tetapi bagaimana menyiapkan kota ini bagi masa depan anak cucu,” tandasnya.

Wattimena berpesan agar masyarakat tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban kota ini, sebab tanpa adanya hal itu, maka semua yang diharapkan di kota ini tidak akan terwujud.

Untuk diketahui, selain Walikota, pembicara lainnya dalam Diskusi Publik ini yakni Akademisi Prof Jusuf Madubun dan Anggota DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.