Harapan Ketua DPRD Maluku dan Walikota Ambon Jelang Sidang ke-39 Sinode GPM

oleh -1,696 views
oleh

suaramaluku.com – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun dan Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena, menyampaikan harapan mereka menjelang Sidang ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Kota Ambon, Minggu (19/10/2025).

Menurut Watubun, peran gereja sangat penting, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta semangat persaudaraan di tengah kemajemukan masyarakat bumi raja raja.

Ia berharap, Sidang ke-39 ini bisa menghasilkan program-program, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan keimanan.

“Saya kira, harus ada program-program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, tapi kami lebih menekankan pada peningkatan keimanan umat,” ujar Watubun kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Ia menilai, momentum Sidang Sinode GPM bukan hanya menjadi agenda internal gereja semata, tetapi juga wadah refleksi bersama seluruh elemen masyarakat, untuk memperkuat harmoni dan solidaritas sosial di Maluku.

“Sidang Sinode ke-39 ini sangat strategis. GPM tidak hanya berbicara tentang gereja dalam arti spiritual, tetapi juga tentang bagaimana iman itu diwujudkan dalam pelayanan sosial dan kebangsaan. Gereja harus terus menjadi garam dan terang bagi masyarakat Maluku,” harapnya.

Tentang tema sidang, “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10) merupakan pengingat, agar GPM tetap kuat dalam panggilan pelayanan di tengah perubahan zaman dan tantangan globalisasi.

“Kita hidup di era yang penuh dinamika sosial. Gereja harus tetap kokoh dalam panggilan pelayanannya. Anugerah Tuhan akan selalu menuntun kita, untuk menjadi berkat di mana pun kita berada,” tutur Watubun yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelayan dan warga GPM, yang selama ini berperan aktif dalam menjaga keharmonisan, menebarkan kasih, serta memperkuat nilai-nilai toleransi di bumi Maluku.

Dijelaskan, kolaborasi antara gereja, DPRD, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun Maluku yang rukun, damai, dan sejahtera.

Untuk itu, diharapkan, Sidang ke-39 Sinode GPM dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis, yang dapat memperkuat pelayanan gereja, sekaligus menjawab tantangan sosial masyarakat modern.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Maluku untuk tetap bersatu, saling menopang, jaga semangat persaudaraan lintas agama. Terus menyalakan semangat kasih dan persaudaraan. Gereja dan pemerintah harus berjalan seiring, untuk hadirkan kesejahteraan berkeadilan bagi masyarakat Maluku,” ungkapnya.

KOTA TOLERAN

Sementara itu, secara terpisah, Walimota Ambon Bodewin M. Wattimena, menyampaikan harapan agar GPM terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban di Kota Ambon.

Ia menegaskan, kehadiran gereja memiliki arti penting dalam menopang pembangunan, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dalam membentuk karakter sosial masyarakat Ambon yang berlandaskan nilai kasih dan persaudaraan.

“GPM telah menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan Kota Ambon. Gereja bukan hanya membina kehidupan rohani umat, tetapi juga turut berkontribusi dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan kebudayaan.

Ini bukti nyata bahwa GPM adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun Ambon yang damai dan sejahtera,” ungkap Walikota, dalam rilisnya kepada media, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, Sidang ke-39 Sinode GPM 2025 yang mengangkat tema ‘Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM’ menjadi momentum penting untuk memperteguh komitmen gereja dalam pelayanan.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, mendukung penuh langkah GPM dalam mempersiapkan diri menuju satu abad perjalanan pelayanan yang diberkati.

“Gereja yang kuat dalam iman dan kokoh dalam kasih adalah kekuatan moral bagi pemerintah dan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara gereja dan pemerintah harus terus dijaga agar sejalan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak penting menjaga semangat orang basudara yang selama ini menjadi identitas khas masyarakat Ambon. Juga seluruh warga gereja untuk terus menanamkan nilai toleransi dan persaudaraan sebagai fondasi utama kehidupan bersama.

“Ambon rumah kita bersama. Di sini ada berbagai agama, etnis, dan budaya yang hidup berdampingan. Kerukunan ini harus terus kita rawat. Saya percaya GPM punya peran besar dalam menjaga semangat itu,” katanya.

Kota Ambon saat ini tercatat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian SETARA Institute tahun 2024, Ambon menempati posisi ke-11 dari seluruh kota di tanah air.

“Kita semua patut bersyukur atas capaian ini. Tapi yang lebih penting, bagaimana kita terus mempertahankan dan memperkuatnya, karena toleransi bukan sekedar label, melainkan sikap hidup yang harus dijaga,” tegasnya.

Wattimena menyampaikan keyakinannya bahwa GPM akan terus menjadi berkat bagi Ambon, Maluku, dan Indonesia.

Ia berharap, Sidang Sinode ke-39 dapat menghasilkan keputusan yang membawa gereja semakin maju dalam pelayanan dan bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Kiranya Tuhan senantiasa menyertai langkah pelayanan GPM, agar terus menjadi terang bagi dunia dan garam bagi masyarakat Ambon,” ungkapnya. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.