Wagub Dorong Hotong Jadi Pangan Lokal Strategis, Maluku Targetkan 5.000 Hektare Kakao

oleh -343 views
oleh

suaramaluku.com – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath, hadiri acara Penanaman Hotong yang berlangsung di Balai Benih Induk Holtikultura, Telaga Kodok Ambon, pada Kamis (20/11/2025).

Vanath menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku pertegas komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan memajukan sektor pertanian lokal melalui peluncuran program strategi yang ambisius.

Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya acara penanaman perdana komoditas lokal Hotong dan dorongan untuk mengintensifkan program pengembangan Kakao (KKO).

Vanath menjelaskan bahwa inisiatif budidaya Hotong merupakan respon serius terhadap peringatan Menteri Dalam Negeri terkait urgensi penguatan pangan lokal.

Program ini dirancang untuk diversifikasi pangan, namun Pemprov Maluku memastikan langkah ini tidak akan mengorbankan komoditas lokal unggulan Maluku, seperti Ubi Jalar dan Ubi Kayu.

Strategi ini diharapkan dapat menaikkan nilai jual produk Hotong hingga 500 kali lipat dari harga saat ini, sekaligus bertujuan untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian dengan citra yang lebih modern dan menjanjikan secara ekonomi.

Wagub Vanath menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar sektor pertanian Maluku saat ini adalah cara pandang (mindset) masyarakat, khususnya generasi muda, yang masih menganggap profesi petani kurang menjanjikan.

Untuk mengatasi masalah ini, ia menyelaraskan kolaborasi dan gerakan bersama yang masif, serta penerapan teknologi modern.

Pemprov Maluku secara khusus memberikan penghargaan tinggi kepada organisasi masyarakat, khususnya GP Ansor, melalui entitas PT Surya Aqua Teknologi Indonesia, atas pengenalan inovatif teknologi pengairan terbaru.

“Teknologi ini menggunakan tenaga surya (solar safe) dan beroperasi tanpa listrik atau solar, yang diharapkan dapat mengatasi masalah biaya operasional dan ketersediaan sumber daya udara yang vital” ucapnya.

Selain Hotong, Wagub juga menyampaikan komitmen serius Pemprov Maluku pada pengembangan komoditas unggulan Kakao (KKO).

Vanath mengungkapkan bahwa Gubernur Maluku telah memberikan instruksi tegas untuk memperluas lahan kakao secara signifikan, setelah alokasi awal 1.200 hektar pada tahun 2026.

“Bapak Gubernur memerintahkan dalam waktu empat tahun ke depan itu kita bisa menanam 5.000 hektare Kakao,” sebutnya, menegaskan target yang dari Pemprov.

Program pengembangan Kakao ini dirancang dengan skema total, di mana negara menanggung biaya bibit dan pemeliharaan, sementara masyarakat (petani) menyiapkan lahan.

Program ini juga dilengkapi insentif finansial yang menarik untuk menjamin kesejahteraan petani selama masa tunggu produksi.

“Dua tahun kita alokasikan satu bulan satu juta setengah (Rp1,5 juta). Itu berarti dua tahun totalnya ada 36 juta (rupiah)” jelas Vanath.

“Setelah produksi penuh, petani bisa memperoleh perlindungan itu lebih dari 200 juta (rupiah per tahun),” demikian kesimpulannya, memberikan gambaran potensi ekonomi yang signifikan dari sektor Kakao.

Acara ini diakhiri dengan penanaman benih Hotong di Lingkungan UPTD Balai Benih Induk Holtikultura dan dilangsungkan oleh Forkopimda Provinsi Maluku, Ketua Umum GP Ansor, Sekjend GP Ansor, Perwakilan TNI, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Pejabat Kanwil Agama Maluku, Pimpinan OPD meliputi Pemprov Maluku, Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota, Perwakilan Bank Indonesia, Perwakilan OJK Maluku, Ketua Tanfis Maluku. (*/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.