Arni Pattipeyluhu Rebut Medali Perak dan Pattiiha Perunggu di SEA Games 2025

oleh -1,859 views
oleh

suaramaluku.com – Setelah tiga atlet dayung (pedayung) rowing Indonesia asal Maluku yang bertanding pada arena SEA Games 2025 di Thailand, sukses meraih dua medali emas dan satu perunggu untuk kontingen Merah Putih.

Dua pedayung Indonesia asal Maluku lainnya di SEA Games 2025, yaitu Asuhan Patiiha dan Arni Silva Pattipeiluhu berhasil merebut medali perak dan perunggu.

Keduanya turun pada dua nomor dari dayung pesisir tunggal putra (CM1X) diikuti Asuhan Pattiha dan tunggal putri (CW1X) oleh Arni Pattipeiluhu di Pattaya City, Chon Buri, Jumat (19/12/2025).

Arni Pattipeiluhu yang juga anggota Polairud Polda Maluku, sukses peroleh medali perak dengan catatan waktu 02.57.58 detik. Atlet Thailand meraih medali emas dan perunggu diperoleh pedayung Filipina.

Sedangkan Asuhan Pattiha meski sudah berjuang keras, harus puas dengan medali perunggu.

Untuk diketahui, tiga atlet asal Maluku sebelumnya juga menyumbangkan medali di dayung nomor rowing yaitu La Memo merebut 2 medali emas serta Chelsea Corputty dan Issa Behuku meraih 1 perunggu.

Sesuai data di Kemenpora RI, La Memo meraih medali emas pertamanya pada final nomor single sculls putra dayung di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Ban Chang, Rayong, Chon Buri, Thailand, Selasa (16/12/2025).

Pedayung asal Pulau Osi, Seram Bagian Barat itu, berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 8 menit 10,247 detik sehingga berhak atas medalli emas.

Sedangkan medali perak diraih atlet Thailand Premanut Wattananusith dengan catatan waktu 8 menit 15,827 detik dan atlet Filipina Cris Nievarez peroleh medali perunggu dengan catatan waktu 8 menit 22,121 detik.

Sehari kemudian, tepatnya Rabu (17/12/2025) di arena yang sama, La Memo berduet dengan Rendi Setia Maulana juga merebut medali emas pada rowing nomor sculls ganda putra (M2X).

Memo/Rendi menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 7 menit 18,507 detik, mengalahkan duet Thailand Narongsak Naksaeng/Premanut Wattananusith (7 menit 21,404 detik) dan peraih perunggu asal Filipina Ryinji Penaredondo/Maxilom van Adrian (7 menit 51,922 detik).

Bagi La Memo, emas nomor M2X menambah panjang daftar prestasinya pada ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.

Medali ini menjadi emas keenam sepanjang kariernya di SEA Games dan emas keduanya di Thailand 2025.

“Target berikutnya meraih medali di Asian Games,” ujar Memo, yang sudah dua kali ikut Olimpiade juga.

Selain Memo, dua atlet rowing putri Indonesia asal Maluku, Chelsea Corputty dan Issa Behuku juga berhasil persembahkan medali perunggu bagi kontingen Indonesia.

Satu medali perunggu tersebut dari nomor sculls kuartet putri (W4X) melalui Chelsea Corputty, Issa Behuku, Mutiara Rahma Putri, dan Nurtang.

Kuartet pedayung putri tersebut finis di urutan ketiga dengan dengan catatan waktu 7:56.176.

Sementara itu, dari cabor.tinju, dua atlet berdarah Maluku dan Maluku Utara yaitu Maikhel Muskita dan Asri Udin juga meraih medali perak.

Asri Udin menyerah 0-5 dari Sakda Ryamtham (Thailand) pada final kelas 60 kilogram. Sedangkan Maikhel Muskita kalah 1-4 dari petinju Filipina Eumir Felix Marcial di final kelas 80 kilogram.

Tim tinju Indonesia merebut 1 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Satu-satunya emas diperoleh Vicky Tahumil Junior. Petinju kelas 51 Kg putra itu menundukkan wakil tuan rumah Thitisan Panmot melalui kemenangan angka tipis 3-2. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.