Unpatti Kembali Melahirkan 5 Guru Besar, Total Ada 121 Orang

oleh -833 views
oleh

suaramaluku.com – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali mencatatkan capaian akademik strategis dengan mengukuhkan lima Guru Besar dari berbagai bidang kepakaran pada penghujung tahun 2025.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura pada di Auditorium Unpatti, Senin (29/12/2025).

Kelima Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof Dr Ir Fransina Sarah Latumahina S.Hut M.P.IPU, ASEAN Eng.

Guru Besar Dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Perlindungan dan Kesehatan Ekosistem Hutan

Prof Dr Max Robinson Wenno S.Pi MSi. Guru Besar Dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Bioteknologi Hasil Perikanan.

Prof Dr. Hellna Tehubijuluw S.Si MSi. Guru Besar Dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Kimia Anorganik.

Prof Dr Dra. Normawati MSi. Guru Besar Dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Ilmu Administrasi Publik.

Prof Dr Drs Joseph Pagaya M.Kes. Guru Besar Dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Mikrobiologi

Rektor Unpatti, Prof Dr. Fredy Leiwakabessy M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas anugerah yang diterima oleh institusi.

Rektor menegaskan bahwa proses pengusulan Guru Besar saat ini menuntut pemenuhan persyaratan administratif dan akademik yang sangat ketat, sehingga pencapaian tersebut patut disyukuri bersama oleh seluruh sivitas akademika.

Dijelaskan, dari 16 dosen yang diusulkan pada gelombang kedua pengusulan, lima di antaranya berhasil memperoleh Surat Keputusan Guru Besar.

Sementara itu, dosen lainnya kembali diusulkan pada gelombang berikutnya dan diharapkan dapat memperoleh penetapan pada awal tahun mendatang.

Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar Universitas Pattimura secara keseluruhan mencapai 121 orang, dengan 96 Guru Besar aktif, termasuk lima Guru Besar yang baru saja dikukuhkan.

Rektor menjelaskan bahwa pada tahun akademik 2025 Unpatti memberlakukan moratorium pengusulan program studi baru, guna memfokuskan perhatian pada penguatan kualitas dan pemenuhan rasio dosen tetap sebagai prasyarat utama menuju Akreditasi Institusi Unggul.

Unpatti menargetkan pengusulan akreditasi institusi unggul pada Juni 2026, dengan dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan.

Selain itu, Unpatti saat ini tengah mempersiapkan 18 program studi untuk mengikuti akreditasi internasional, baik melalui lembaga akreditasi berbasis sains, teknologi, dan humaniora, maupun lembaga akreditasi internasional lainnya.

Prof Fredy Leiwakabessy, optimistis bahwa keberhasilan akreditasi internasional tersebut akan memperkuat posisi Unpatti dalam pencapaian akreditasi institusi unggul.

Rektor berharap kelima Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan melalui pengembangan keilmuan, riset inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat.

Berbagai kepakaran yang dimiliki para Guru Besar tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan strategis daerah, nasional, hingga global, sekaligus memperkuat peran Unpatti sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, lima Guru Besar menyampaikan pidato karya ilmiah dengan beragam topik strategis.

Prof Fransina Sarah Latumahina, membahas “Transformasi Pengelolaan Hutan Pulau-Pulau Kecil: dari Monitoring menuju Diagnosa Kesehatan Ekosistem Hutan secara Komprehensif untuk Pencapaian Hutan Lestari.”

Prof menyoroti “Inovasi Biru: Biopeptida Laut sebagai Solusi Tantangan Global Kesehatan dan Pangan.”

Prof Hellna Tehubijuluw, memaparkan “Peranan Ilmu Kimia Anorganik dalam Transformasi Limbah dan Bahan Alam menjadi Material Fungsional,”.

Sementara Prof Normawati mengangkat tema “Reposisi Administrasi Publik: antara Etika, Teknologi, dan Keadilan Sosial.”

Rangkaian pidato karya ilmiah ditutup oleh Prof Joseph Pagaya dengan topik “Resistensi Antibiotik di Wilayah Kepulauan: Tantangan, Realitas, dan Strategi Inovatif Pengendalian di Maluku.” (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.