Buka Kerja Tahun 2026, Walikota Ambon Ingatkan Kondisi Keuangan Daerah

oleh -1,390 views
oleh

suaramaluku.com – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena memimpin Apel Perdana Tahun 2026 yang digelar di Halaman Balaikota Ambon, Senin (5/1/2026).

Apel ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sebagai penanda dimulainya aktivitas pemerintahan di tahun yang baru.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah memahami kondisi keuangan daerah yang sedang dihadapi bersama.

“Sebelum akhir tahun, Kepala Bagian Keuangan sudah menyampaikan secara resmi kepada publik tentang kondisi keuangan Kota Ambon. Saya berterima kasih kepada bapak ibu ASN karena sudah mengerti tentang apa yang kita alami bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa situasi sulit yang dialami bukan hanya terjadi di Kota Ambon, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap eksis dan terus melayani masyarakat.

“Hanya pemerintah daerah yang bisa beradaptasi saja terus eksis dalam situasi sulit ini. Kita tidak bisa lagi menghitung kepentingan pribadi, tetapi harus meletakkan kepentingan dan pengabdian untuk Kota Ambon di atas segala-galanya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Ambon berhasil mencatat berbagai capaian positif di tengah keterbatasan fiskal. Salah satunya adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai angka 87,7.

“Ini bukan keberhasilan Walikota atau Wakil Walikota, tetapi keberhasilan kita semua. Indeks Kepuasan Masyarakat 87,7 itu luar biasa dan menunjukkan bahwa jajaran Pemkot Ambon mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat,” katanya.

Memasuki tahun 2026, Walikota mengingatkan bahwa tantangan keuangan akan semakin berat, terutama dengan adanya pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau TKD.

Namun demikian, berbagai kebijakan penyesuaian telah diambil sebagai langkah adaptasi terhadap kondisi fiskal daerah.

“Perwali untuk penyesuaian kerja sudah saya tandatangani. Ini bukan untuk menyulitkan, tetapi menyesuaikan dengan kondisi keuangan hari ini. Kita lakukan pengaturan kerja, termasuk WFH dan sistem shift, namun ini bukan kebijakan permanen,” jelasnya.

Ditegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil demi keberlangsungan pelayanan publik dan meminta seluruh ASN untuk menyiapkan diri menghadapi perjalanan 360 hari ke depan di tahun 2026.

Selain itu, Walikota juga memberikan arahan tegas terkait penertiban kawasan kota, khususnya parkir liar di kawasan Mardika dan terminal.

“Tidak boleh lagi parkir di badan jalan. Kita sudah koordinasi dengan Kapolres dan Dandim. Kalau masih ada parkir liar, kita tindak,” tegasnya.

Wattimena juga menyampaikan bahwa Pemkot Ambon telah menerima bantuan kendaraan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan digunakan oleh BPBD Kota Ambon.

“Mobil hibah ini akan digunakan BPBD Kota Ambon untuk membantu situasi darurat, tapi juga bisa digunakan seperti sekarang ini, karena ada kekeringan dimana-mana bisa dipakai untuk mengangkut air bersih,” pungkasnya. (*/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.