Dihadiri Walikota, Sidang Jemaat GPM Silo Tetapkan APBJ Rp 4,4 M dan 22 Program

oleh -367 views
oleh
Walikota Ambon disambut Pimpinan Jemaat GPM Silo, Utusan MPK Klasis Kota Ambon dan Ketua Panitia Sidang Jemaat ke-44. (Foto Ist).

suaramaluku.com – Persidangan Jemaat GPM Silo ke-44 telah menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Jemaat (APBJ) tahun 2026 sebesar Rp 4,4 Miliar lebih dan 22 Program (58 kegiatan), Minggu (8/1/2026).

Sidang yang turut dihadiri Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena beserta jajaran tersebut, juga menghasilkan 8 Keputusan dan 14 Rekomendasi.

Peserta yang mengikuti persidangan tersebut sebanyak 205 orang, teridiri dari pendeta, 62 majelis jemaat, 84 peserta biasa dan 42 peserta luar biasa dan lainnya.

Ibadah sebelum dimulai persidangan dipimpin Pdt Yandri Pattihawean serta sorotan tema: Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM dan sub tema: Layanilah Umat Dengan Tekun Sesuai Kasih Allah.

WALIKOTA AMBON

Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena, dalam sambutannya mengatakan, persidangan ini dimanfaatkan sebagai ruang strategis memperkuat sinergi antara gereja dan Pemerintah Kota Ambon dalam menjawab tantangan pembangunan dan kesejahteraan umat.

Ia menegaskan, bahwa persidangan jemaat bukan sekadar agenda internal gereja, melainkan forum penting untuk berdialog, berkolaborasi, dan merumuskan langkah bersama demi masa depan kota.

Menurut Wattimena, Kota Ambon tengah menghadapi tekanan fiskal serius, di antaranya pemotongan anggaran daerah sebesar Rp162 miliar, penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, yang berdampak langsung pada pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta keberlangsungan pelayanan gereja.

“Situasi ini tidak bisa disikapi dengan pesimisme. Kita harus beradaptasi dan bekerja bersama. Gereja dan pemerintah punya tanggung jawab moral yang sama untuk menopang kehidupan umat,” tegasnya.

Ia mengajak Jemaat GPM Silo terus menghidupkan gerakan keluarga menanam, melaut, dan memasarkan, serta berperan aktif menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kota sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

“Ambon membutuhkan orang-orang yang mau merawat perbedaan dan membangun kota ini bersama. Tanpa rasa aman dan tertib, investor tidak akan datang, lapangan kerja sulit tercipta, dan kesejahteraan umat akan terhambat,” ujarnya.

Walikota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelayan, panitia, dan seluruh umat Jemaat GPM Silo yang konsisten menopang pelayanan gereja di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Dedy Picauly yang memasuki purna bakti dan kepada Pendeta Melky Timisela yang akan melanjutkan Jemaat Silo nantinya,” ujarnya.

Sedangkan, Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Kota Ambon, Pdt. S.D. Kesaulya, yang membuka persidangan, menegaskan bahwa sidang jemaat merupakan lembaga legislatif gereja di tingkat jemaat dan bentuk ketaatan terhadap konstitusi Gereja Protestan Maluku.

Ia menekankan bahwa melalui sidang jemaat, gereja meneguhkan tanggung jawabnya terhadap isu keumatan, pendidikan, anak-anak, lingkungan hidup, serta pengembangan sumber daya manusia.

Secara terpisah, Ketua Panitia Persidangan Jemaat Silo ke-44, Christian “Jossy” Louhenapessy, menyampaikan terima kasih kepada Jemaat Sektor 10 sebagai pelaksana atas kerjasama dan pergumulannya serta juga kepada berbagai pihak yang sudah membantu, baik dukungan doa, materiil dan non materiil.

“Terutama kepada Pak Walikota Ambon yang berkenan hadir bersama beberapa staf. Juga dangke banya par samua yang beta seng bisa sebutkan satu per satu. Tuhan berkati,” ungkapnya. (NP)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.