suaramaluku.com – Orang Maluku yang merantau dimanapun, selalu identik dengan menyanyi, musik, tarian dan tentu saja kulinernya yang ikut menggoyang lidah.
Demikian juga dengan orang-orang Maluku yang berada di Negeri Belanda. Meskipun hidup di Eropa, tapi kecintaan mereka akan tradisi seni dan budaya maupun makanannya tidak kalah dengan yang tinggal di tanah air tercinta.
Stichting (Yayasan) Sinar Maluku yang berada di Kota Woerden, Belanda juga selalu berinisiatif untuk bisa mengumpulkan masyarakat Maluku yang berdomisili di kota tersebut.
Setiap sebulan sekali, mereka pasti menggelar acara bertajuk “Maluku Rame-Rame” dimana masyarakat keturunan Maluku yang tinggal di Kota Woerden dan sekitarnya, berkumpul sambil menikmati sajian musik atau lagu-lagu Ambon, serta tentu saja kuliner yang istimewa.
Pada Jumat (6/2/2026) pekan lalu, Stichting Sinar Maluku kembali menggelar acara Maluku Rame-Rame yang pertama di tahun 2026 dengan menghadirkan DJ Kissy Omerta.

Sambil menikmati penampilan DJ, para tamu juga menikmati sajian makan malam berupa nasi kuning, sambal ikan tuna, semur ayam serta sayuran dari Phantasia Food yang diolah oleh Marsius Latupeirissa sebagai pemilik catering tersebut. Ada juga aneka jajanan berupa pastel, lumpia dan risoles.
Alunan lagu-lagu Ambon yang dimainkan oleh DJ Kissy rupanya cukup menarik untuk mengundang para tamu turun ke lantai dansa untuk bergoyang dan makin malam, suasana jadi semakin meriah.
Tidak hanya sekedar menikmati lagu atau kuliner, Maluku Rame-Rame ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat keturunan Maluku di Kota Woerden untuk berjumpa dan melepas rindu karena jarang mereka bisa bertemu.
Pietje Leatemia yang menjadi salah satu inisiator Maluku Rame-Rame mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk terus menumbuhkan rasa cinta kepada Maluku, baik dari sisi seni dan budaya, juga kulinernya.
Ia berharap kedepan kegiatan ini bisa mendatangkan lebih banyak lagi masyarakat keturunan Maluku yang ada di Kota Woerden maupun kota-kota lain di sekitarnya.
Kegiatan sebulan sekali ini, katanya, sudah berjalan lebih dari setahun dan akan terus dilakukan setiap bulan.
Selain Maluku Rame-Rame, lanjutnya, tahun ini juga akan ada banyak kegiatan, karena di bulan Juni mendatang, akan dirayakan 75 tahun masyarakat Maluku di Woerden.
“Semoga semua kegiatan ini mendapat banyak dukungan, dan kami masyarakat Maluku yang berada di Woerden ini bisa makin memperkuat ikatan persaudaraan diantara sesama anak Maluku,” harapnya. (Febby Kaihatu, Woerden)






