suaramaluku.com – Kabar duka menyelimuti dunia sepakbola Indonesia. Legenda tim nasional, Elly Idris, meninggal dunia pada Kamis 12 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.
Elly Idris dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cinta Kasih, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, seperti dilansir dari Liputan6.com.
Elly wafat pada usia 63 tahun setelah mengalami pembengkakan ginjal, seperti yang disampaikan oleh pihak dokter.
Berita duka meninggalnya gelandang enerjik ini telah dikonfirmasi oleh Robert Patrick, media officer Persita Tangerang, serta sejumlah rekan dekat almarhum.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi sejarah sepakbola Indonesia yang pernah ia harumkan.
PROFIL ALMARHUM
Elly Idris lahir di Pulau Buru, Maluku, pada 4 November 1962. Bakat sepakbolanya pertama kali ditemukan oleh dr. Zulkifli Amin, seorang dokter asal Jakarta yang bertugas di daerah asalnya, yang kemudian membawanya ke ibukota.
Semasa aktif bermain, Elly Idris dikenal dengan julukan “Si Gajah Putih” karena postur tubuhnya yang besar namun lincah di lapangan.
Julukan ini melekat erat dengan karakternya yang tangguh dan sulit ditembus lawan.
Karier profesional Elly Idris dimulai bersama PS Jayakarta, dimana ia berhasil membawa klub tersebut meraih posisi kedua di kompetisi Galatama musim 1980-1982. Ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya di kancah sepakbola nasional.
Puncak kejayaan Elly Idris sebagai pemain terjadi bersama Yanita Utama, ia sukses menjuarai Galatama pada musim 1983-1984 dan 1984. Penampilan impresifnya menarik perhatian tim nasional, membawanya dipanggil untuk proyeksi Pra-Piala Dunia dan SEA Games.
Setelah Yanita Utama bubar, Elly Idris melanjutkan dominasinya bersama Kramayudha Tiga Berlian, meraih gelar juara Galatama tiga musim beruntun (1985, 1986, 1987).
Ia kemudian persembahkan tiga gelar Galatama lagi untuk Pelita Jaya pada edisi 1988, 1989, dan 1990.
Di level internasional, Elly Idris pertama kali memperkuat timnas Indonesia pada tahun 1985 untuk Pra Piala Dunia 1986. Ia juga jadi bagian dari skuad Garuda yang berhasil mencapai semifinal Asian Games 1986, menunjukkan kontribusinya yang signifikan bagi Merah Putih.
KARIER PELATIH
Setelah gantung sepatu, Elly Idris tetap mengabdi pada dunia sepakbola dengan beralih profesi menjadi pelatih. Klub pertama yang merasakan sentuhan kepelatihannya adalah Persibom.
Pengalamannya sebagai pemain top membuatnya dipercaya untuk melatih. Ia sempat menjadi asisten pelatih dan bahkan pelatih kepala untuk klub Persita Tangerang, kota tempat ia menghembuskan napas terakhirnya.
Dedikasi Elly Idris terhadap sepakbola terus berlanjut hingga tahun 2021, ketika ia ditunjuk untuk melatih Persitara Jakarta Utara di Liga 3. Ini menunjukkan komitmennya yang tak pernah padam untuk memajukan sepakbola Indonesia. (*/SM-05)






