Olahraga Maluku Berduka Lagi, Peraih Perak Lari Estafet SEA Games 1993 Wafat

oleh -1,075 views
oleh
Novi Persulessy (ujung kiri) bersama tim estafet 4 x 400 meter putra di SEA Games 1993 Singapura dan pelatih Julius Toisuta (tengah). (Foto Dok).

suaramaluku.com – Dunia olahraga Maluku kembali berduka lagi. Setelah meninggalnya pelatih tinju Agus Titaley pekan lalu, kabar duka kini datang dari cabang atletik.

Mantan pelari nasional dan pelatih atletik Maluku, Novi Persulessy, dikabarkan wafat karena sakit di rumahnya pada Sabtu (21/2/2026) di kawasan Halong Atas.

“Iya bung Novi meninggal dunia. Beliau sakit cukup lama. Sedih kehilangan beliau. Kami turut berduka cita yang dalam,” ungkap eks pelari nasional dan Maluku, Erna Toisuta dari Bogor yang dihubungi media ini.

Menurut Erna, bung Novi merupakan salah satu anak didik ayahnya almarhum Julius Toisuta yang berprestasi, jadi mereka punya hubungan dekat.

Kabar duka juga diposting eks pelari nasional yang merupakan anak asuh Novi Persulessy, yakni Viera Hetharie di akun FB nya.

“Bosss dankje banyak sudah membimbing V (Viera), banyak pelajaran yang bos kasi par V,” tulis Viera, yang merupakan atlet peraih medali emas terbanyak untuk Maluku sepanjang PON dan kini sebagai pelatih.

Selama berkarier sebagai atlet, Novi Persulessy adalah pelari spesialis nomor jarak menengah 400 meter dan 800 meter juga estafet 4 x 400 meter, yang sudah sering masuk Pelatnas di Jakarta.

Prestasi internasional Novi, dicatat ketika bersama tim estafet atletik Indonesia pada nomor 4 x 400 meter putra merebut medali perak di SEA Games 1993 Singapura.

Tim estafet 4 x 400 meter putra Indonesia saat itu, selain Novi Persulessy yakni Elieser Watebosi, Herman Balagaise dan Don Bosco.

Mereka saat itu dilatih pelatih atletik Indonesia asal Maluku, almarhum Julius Toisuta, yang di jaman itu dinobatkan sebagai pelatih atletik terbaik Indonesia di era Ketua PB PASI, Bob Hasan.

Untuk diketahui, anak didik asuhan almarhum Julius Toisuta di Pelatnas, diantaranya selain Novi Persulessy. Juga dua sprinter andalan Indonesia asal Maluku saat itu Irene Joseph dan Agus Ngamel, serta dua anaknya Erna Toisuta dan Mona Toisuta.

Ilmu kepelatihan Toisuta kemudian dilanjutkan Novi Persulessy sebagai pelatih atletik Maluku, yang melahirkan atlet-atlet seperti Viera Hetharie, Carlarena Gomies, Elisabeth Thenu dan Reny Tehupeiory sehingga meraih emas dari nomor estafet 4 × 400 meter putri di PON 2008 Kalimantan Timur.

Viera Hetharie yang paling menonjol diantaranya. Karena juga berprestasi di nomor 100 dan 200 meter putri level nasional. Ia kini beralih jadi pelatih atletik Maluku.

Informasi yang diterima, jenasah almarhum akan dimakamkan pada hari Senin (23/2/2026). (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.