Soplanit Nilai Bos Malut United Tidak Intimidasi Wartawan

oleh -681 views
oleh
David Glen Oei (kiri) dan Dirk Soplanit.

suaramaluku.com – Pemilik atau bos klub Liga 1 Indonesia, Malut United FC yakni David Glen Oei dinilai tidak mengintimidasi kerja wartawan saat meliput di Stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate, Sabtu (7/3/2026).

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, sebagai perusahaan pengelola klub tersebut saat dihubungi media ini, Senin (9/3/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan terkait dengan berita di beberapa media online di Ternate, maupun juga yang beredar di media sosial berjudul “Bos dan Official Malut United Diduga Intimidasi Wartawan di GKR”.

Menurut Dirk, saat kejadian di tribun Stadion GKR itu, dirinya ada dekat David Glen. Sehingga ia tahu persis apa yang disampaikan kepada oknum wartawan dimaksud.

“Seingat saya. Pak David hanya bertanya “Kamu wartawan dari mana? Kalau dari sini (Ternate), harusnya mendukung kami (Malut United)”. Itu saja. Kok dilapor ke polisi sebagai intimidasi?,” ungkap Dirk.

Jadi, ia menilai, laporan ke polisi untuk David Glen terkait insiden di GKR pasca Malut United main seri 3-3 lawan PSM Makassar tersebut, terkesan hanya asumsi sepihak saja.

Pernyataan Dirk Soplanit soal sikap David Glen saat itu, juga sama dengan pemberitaan media lokal di Ternate, poskomalut.com yang menulis kalimat David Glen “Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” tegas David.

Dirk menambahkan, pihaknya pasca insiden tersebut, sudah mengundang sejumlah wartawan di Ternate dan mendudukan masalahnya. Namun, tiba-tiba oknum wartawan dimaksud melaporkan ke polisi soal adanya dugaan intimidasi.

Mantan Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) dan Exco PSSI itu, mengatakan, saat insiden itu, memang benar mungkin ada oknum official Malut United yang bersikap emosional terhadap oknum wartawan dimaksud.

“Mungkin benar ada oknum official kita yang emosi. Namun bukan sikap dari manajemen klub. Apalagi kaitkan dengan pak David Glen. Keliru itu,” ujar Dirk.

Seperti diberitakan, dikutip dari poskomalut.com, sejumlah wartawan yang melaksanakan peliputan pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate mendapat perlakuan tak wajar dari bos dan seorang pria yang diduga official tim Malut United.

Kejadian tersebut bermula saat wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Jailani yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga langsung diintimidasi hingga diminta untuk menghapus sejumlah video.

Tak hanya itu, pria tersebut juga meminta Stewart mengusir sejumlah wartawan yang ada di lokasi tersebut meski menggunakan ID Card resmi dari Super League.

Dirk Soplanit menambahkan, pihaknya minta maaf kalau ada oknum official yang bersikap emosi terhadap para wartawan. Namun itu bukan sikap manajemen atau bos pemilik klub.

“Jadi, sekali lagi, keliru kalau berasumsi pak David Glen diduga intimidasi sejumlah wartawan. Karena saya ada disitu juga,” tegasnya.

Eks Dirut Bank Maluku Malut ini ungkapkan, bukti kepedulian dan perhatian David Glen yakni bertujuan utama gairahkan dan bangkitkan kembali sepakbola di Maluku Utara, sehingga rela berkorban untuk hadirkan Malut United FC mulai dari Liga 2 hingga kini Liga 1.

“Jadi, saya pikir, mestinya didukung semua pihak, termasuk juga kalangan pers sebagai mitra di Ternate, Maluku Utara umumnya,” harapnya. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.