Eks Petinju Nasional Notje Thomas Meninggal Dunia

oleh -1,937 views
oleh
Almarhum Notje Thomas (kanan) dan almarhum pelatih Teddy van Room usai Kejurnas Tinju 1979 di Ambon. (Foto dok pribadi).

suaramaluku.com – Dunia tinju amatir Indonesia berduka. Saat eks petinju nasional asal Maluku, Notje Thomas, meninggal dunia karena sakit di RS Sumber Hidup (GPM) Ambon.

Informasi yang diterima media ini, Notje Thomas meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Jenasah sang legenda tinju amatir nasional itu disemayamkan di rumahnya kawasan Trikora Ambon.

“Pemakaman nanti hari Jumat, ibadah pemakamannya pukul 10.00 WIT,” ungkap ponakan almarhum, Rico Thomas yang dihubungi media ini.

Untuk diingat, Notje Thomas semasa hidupnya dikenal petinju lincah dan cerdik, juga bekerja sebagai ASN di Pemkot Ambon.

Almarhum merupakan petinju kelas bulu dan ringan Maluku, yang berprestasi nasional baik di Kejurnas, Sarung Tinju Emas (STE), PON maupun pernah perkuat tim tinju Indonesia di Pelatnas SEA Games 1977 Malaysia dan President Cup.

Nama Notje Thomas dikenal kontroversial saat kejuaraan tinju internasional President Cup I tahun 1976 di Jakarta.

Saat itu, almarhum bertanding atas nama tim Indonesia melawan Nagib Yunus dari Mesir. Pertarungan keduanya dipimpin wasit M. Yasin dari Malaysia.

Dalam partai tersebut, kedua petinju bertarung sengit. Namun ada dua kali momen Notje dinilai kena pukulan lawannya hingga terjatuh.

Tapi menurut Notje dia merasa tidak terkena pukulan namun terpeleset. Di saat dirinya dihitung kedua kalinya dan wasit hentikan pertarungan. Tiba-tiba Notje berjalan menuju wasit dan menampar wajah wasit Malaysia itu.

“Beta kesal. Dua kali beta terpeleset karena kanvas basah, wasit justru menghitung beta selama dua kali. Karena emosi, beta tampar wajah si wasit Malaysia itu,” tutur Notje, beberapa tahun lalu kepada media ini.

Akibat tindakan itu, Notje dinyatakan kalah dan diskors selama 1 tahun tidak boleh bertinju oleh PB Pertina.

“Tapi meski diskors. Beta tetap latihan untuk jaga kondisi. Tahun 1978 sampai 1981 beta kembali ke ring tinju nasional. Yang beta ingat, beta kembali juara Kejurnas 1979, STE dan PON 1981. Lalu undur diri karena konsen bekerja di Pemkot Ambon,” ungkap Notje.

Seperti diketahui, almarhum merupakan petinju dari keluarga “dinasti” tinju Maluku dan Indonesia. Kakak dan adiknya adalah mantan petinju nasional seperti Nyong Thomas, Charles Thomas dan Nico Thomas.

Nico Thomas adalah juara dunia tinju pro kedua Indonesia versi IBF setelah Ellyas Pical. Mereka semuanya pernah dilatih pelatih legendaris Indonesia asal Maluku, Teddy van Room dan Otje Tehupeiory.

Era Notje Thomas merupakan masa keemasan tinju Maluku dan Indonesia, terutama di arena tinju PON 1981 Jakarta.

Skuad ini jugalah adalah mayoritas merupakan tim inti Indonesia di turnamen internasional President Cup 1980-1981 dan SEA Games 1981 Filipina.

Saat itu, Maluku juara umum PON 1981 dengan para petinju nasionalnya yakni Herry Maitimu, Ellyas Pical, Charles Thomas, Lutfi Mual, Notje Thomas, Jeffry Manusama, Max Auty, Polly Pesireron, Wiem Gomies dan Benny Keliombar.

Akhirnya, selamat jalan sang legenda tinju amatir Indonesia. Beristihatlah dalam kedamaian abadi. Jasamu tidak akan dilupakan, tetap dikenang. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.