suaramaluku.com – Pemerintah Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kembali selenggarakan Tradisi Tapur dalam rangka merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026.
Tradisi turun-temurun ini melibatkan tiga negeri beda agama yang terikat hubungan Pela Gandong, yakni Tengah-Tengah (Muslim), Abubu (Kristen), dan Hatusua (Kristen).
Raja Negeri Tengah-Tengah, Umar Tuharea, menyebut tahun ini terkumpul 20 nampan Tapur yang disiapkan secara swadaya oleh Raja, Saniri Negeri, Imam Masjid Annikmah, tokoh masyarakat, dan orang atau kelompok yang berkecukupan. Jumlah ini tergolong banyak mengingat kondisi ekonomi saat ini.
“Tradisi ini sudah ada sejak zaman leluhur dan bertujuan mempersatukan, baik antar sesama anak negeri maupun saudara Pela kami dari Abubu, Hatusua, serta marga Leiwaherilla dari Hutumuri,” kata Saniri Negeri, Ahmad Leurima.
Secara tradisi, prosesi budaya ini dimulai dengan arak-arakan makanan menuju Masjid Annikmah yang diiringi atraksi Hadrat yang dinamis usai Shalat Ashar.
Puncaknya terjadi pada malam hari setelah prosesi Khatam Qur’an, di mana warga dari tiga negeri berkumpul untuk memperebutkan berkah makanan yang tersedia.
“Tradisi ini sangat luar biasa dan beta (saya) merasa seperti berada di negeri sendiri. Makanya setiap lebaran, atau acara-acara adat, kalau tidak ada halangan, beta selalu ajak keluarga datang ke sini,” ujar Ibu guru Ita Aunalal, warga Negeri Abubu. (RRI/SM-05)





