Malut United Resmikan Training Camp, Akademi Kerjasama Dengan Benfica Portugal 

oleh -312 views
oleh
Dirk Soplanit (kiri) sedang jelaskan fasilitas Training Camp Malut United kepada Letjen TNI Saleh Mustafa (kaos kerah putih) sebagai Pembina klub tersebut. (Foto Dok).

suaramaluku.com – Manajemen Malut United FC meresmikan Training Camp klub yang berlokasi di Kelurahan Sango, tidak jauh dari Bandara Sultan Babullah, Kota Ternate, pada Senin 23 Maret 2026.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Dtaf TNI AD sebagai pembina klub Letjen TNI Saleh Mustafa sekaligus meresmikan sarana itu, bersama para tokoh seperti Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah dan Sultan Tidore Husain Alting. Sekkot Ternate Dr Rizal Marsaoly, Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M. Napiun, juga Zainudin Umasangaji dan lainnya.

Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (MMS), Dirk Soplanit SE saat menyampaikan sambutan, mengatakan, Training Camp ini mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh owner klub (David Glenn dan Kenneth Jeheiskel) pada tanggal 1 Mei 2025.

Dalam rilisnya kepada media ini, dijelaskan, pembangunan training camp ini tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tim utama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta sepakbola usia dini melalui Akademi Sepakbola Malut United.

Soplanit menyebutkan, fasilitas di training camp tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, termasuk mess atau asrama bagi peserta akademi serta ruang belajar.

Menurutnya, fasilitas yang dibangun terdiri dari dua buah lapangan latihan sepakbola masing-masing berukuran 72 x 110 M2 dan 48 x 104 M2 dengan kualitas rumput berstandar FIFA.

Mess bagi para pemain nasional dan official klub dengan kamar tidur sebanyak 22 serta 1 aula atau ruang serba guna.

14 bangunan rumah tempat tinggal bagi para pemain asing dan keluarganya.

Gymnasium atau gedung dengan peralatan olah raga yang cukup memadai guna menunjang atau menjaga kebugaran dari setiap pemain klub Malut United.

Selain itu, juga sebuah bangunan Mushola serta mess karyawan serta dapur yang digunakan oleh Chef untuk menyiapkan makanan setiap saat kepada para pemain dan official dan beberapa bangunan penunjang lainnya.

Akses jalan dalam lingkungan training camp ini semuanya diaspal hot mix dan areal ini ditanami dengan pohon hias untuk memperindah lingkungan training camp ini.

“Di training camp ini akan disediakan pula fasilitas penunjang bagi kegiatan Akademi Sepakbola Malut United untuk anak usia 7 sampai dengan 9 tahun, yaitu mess atau asrama, ruang belajar baik yang terkait dengan pelatihan/pendidikan sepakbola tetapi juga guna kegiatan belajar sekolah secara formal yang rencananya dalam waktu dekat sudah terlaksana,” ungkapnya.

Mantan Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) ini, mengatakan, Akademi Sepakbola Malut United akan diselenggarakan atas kerjasama dengan Klub Benfica yang akan memberikan metodologi, sistem pelatihan dan pendampingan teknis kepada Malut United.

Untuk diketahui, klub Benfica atau Sport Lisboa e Benfica (LS Benfica) yaitu klub yang berbasis di Lisboa Portugal, yang berdasarkan penilaian dari Comparative and International Education Society (CIES) Football Observatory menempatkan SL Benfica pada Peringkat Pertama dari 7 Akademi Unggulan Utama tahun 2025 – 2026 di dunia.

Saat itu, peringkat kedua dan seterusnya adalah FC Barcelona (Spanyol), River Plate (Argentina), Ayax (Belanda), Sporting CP (Portugal), Boca Juniors (Argentina) dan Chelsea FC (Inggris).

Lebih lanjut, Soplanit menjelaskan, sesuai dengan gagasan/cita-cita dan konsep dari owner Klub Malut United David Glenn dan Kenneth Jeheiskel, nantinya peserta yang akan diseleksi untuk mengikuti Akademi yaitu anak-anak yang berusia 7-9 tahun sebanyak 70 orang dengan status anak yatim piatu atau yang kondisi ekonomi orang tuanya dalam keterbatasan.

“Makanya atas arahan dari owner klub Malut United, kami mengundang pula 30 anak yatim piatu untuk mengikuti acara peresmian traning camp Malut United saat ini,” tuturnya.

Akademi Sepakbola ini akan mengembangkan potensi anak usia dini untuk kelak menjadi pemain sepakbola profesional untuk bisa sampai pada level internasional. Jadi bukan hanya pada level nasional dan terutama dibekali juga dengan akhlak dan moral yang baik.

Untuk itu, katanya, pihaknya telah lakukan pembicaraan awal tentang konsep penyelenggaraan pendidikan nanti dengan Kakanwil dan Pejabat Kanwil Agama Provinsi Maluku Utara tentang penyelenggaraan pendidikan sekolah dalam bentuk Pesantren bagi anak-anak Muslim dan juga yang beragama Kristen dalam bentuk yang akan ditetapkan kemudian yang dalam lingkungan training camp Malut United.

Soal nama akademi, Soplanit katakan, nama Akademi ini nantinya akan di launching beberapa waktu yang akan datang setelah kedatangan Instruktur atau Tim Pelatih dari Benfica.

“Semula direncanakan akan di launching pada tanggal 7 Maret 2026 yang lalu di Stadion GKR, namun karena terkendala penerbangan akibat situasi perang di Timur Tengah sehingga kedatangan tim dari klub Benfica mengalami penundaan,” ujar eks Anggota Exco PSSI dua periode ini.

Karena itu, pihaknya sementara menunggu informasi tentang tanggal kedatangan mereka untuk penetapan waktu pelaksanaan launching kerjasama ini. Selanjutnya akan dilaksanakan seleksi peserta akademi yang ditangani langsung oleh tim dari klub Benfica.

“Seleksi selain di Ternate Malut, kemungkinan juga akan dilakukan di Ambon Maluku, untuk mendapatkan pemain bertalenta atau berbakat usia dini,” ungkapnya.

Soplanit menambahkan, pihaknya mengapresiasi dukungan dan terima kasih untuk semua pihak di Malut, terutama kepada Letjen TNI Saleh Mustafa, selaku Pembina Klub Malut United yang berkenan hadir berikan sambutan dan meresmikan Training Camp Malut United ini.

Juga untuk Sultan Ternate, Sultan Tidore, Brigjen Pol Stephen Napiun, Rizal Marsaoly (Sekretaris Kota Ternate) yang berikan bantuan tanaman pohon hias serta Navy Anugrah Umasangadji, Amar Manaf (Kakanwil Agama Maluku Utara) dan lainnya. (*/NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.