Gubmal: “Baku Pukul Manyapu” di Negeri Mamala, Nilai Historis dan Potensi Wisata

oleh -801 views
oleh

suaramaluku.com – Gubernur Maluku (Gubmal), Hendrik Lewerissa menghadiri puncak tradisi adat “Baku Pukul Manyapu” yang digelar serentak di Negeri Mamala dan Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).

Kehadiran Gubernur merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terhadap pelestarian warisan budaya yang telah terjaga secara turun-temurun.

Tradisi Pukul Manyapu yang dilaksanakan setiap 7 Syawal ini merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Jazirah Leihitu yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi.

Meskipun memiliki kesamaan dalam bentuk atraksi, yaitu saling memukul menggunakan lidi enau, masing-masing negeri memiliki latar belakang sejarah dan makna yang memperkaya khazanah budaya Maluku.

Lewerissa menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelaksanaan tradisi tahun ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal.

Ia menegaskan bahwa tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai atraksi fisik, tetapi juga mencerminkan ketangguhan mental, semangat kebersamaan, serta menjadi media penguatan ikatan persaudaraan masyarakat Maluku.

“Tradisi ini mengandung pesan damai yang kuat serta menjadi perekat hubungan orang basudara di Maluku, sebagaimana filosofi ‘ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging’,” ujarnya.

Lebih lanjut, katanya, Pemprov Maluku berkomitmen untuk terus mendorong tradisi Pukul Manyapu sebagai salah satu agenda unggulan daerah.

Koordinasi dengan kementerian terkait akan terus dilakukan guna mengupayakan penetapan tradisi ini sebagai bagian dari agenda wisata nasional, sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Tradisi ini merupakan kebanggaan masyarakat Maluku dan memiliki potensi besar sebagai daya tarik budaya berkelas internasional. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengembangannya harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tengah, serta masyarakat dan wisatawan yang memadati lokasi pelaksanaan kegiatan di kedua negeri. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.