Jumat Agung dan Paskah di Ambon: Tradisi Jalan Salib dan Api Injil Tetap Ada

oleh -2,423 views
oleh

suaramakuku.com – Peringatan hari Jumat Agung (Penyaliban/Kematian) (3/6/2026) dan Paskah (Kebangkitan) Yesus Kristus (6/3/2026) di Kota Ambon dan sekitarnya sudah merupakan tradisi tersendiri bagi umat Kristiani.

Para jemaat gereja Protestan, Katolik dan lainnya punya tradisi masing-masing, tentunya yang utama adalah kebaktian atau misa di rumah ibadahnya untuk perjamuan kudus di moment Jumat Agung.

Bagi umat Kristiani khususnya Gereja Protestan Maluku (GPM), sebelum Jumat Agung tepatnya pada Minggu (28/2/2026), dilakukan prosesi Peneguhan Sidi terhadap 14.810 orang pada wilayah pelayanan 34 Klasis GPM di Maluku dan Maluku Utara (Malut).

Peneguhan Sidi baru atau lebih dikenal dengan istilah “Orang Sidi”, merupakan tradisi mendewasakan iman setiap orang yang telah melewati masa Katekesasi.

Moment lain di saat Jumat Agung adalah dilaksanakannya prosesi Jalan Salib oleh beberapa jemaat GPM dan umat Katolik di Kota Ambon.

Terpantau dua jemaat GPM yaitu Jemaat Galala Hative Kecil (Gatik) dan Jemaat Wayame yang lakukan acara tersebut.

Puncaknya terjadi pada prosesi perayaan Paskah Kristus di Minggu subuh. Seluruh jemaat Kristiani merayakan dengan suka cita menyambut kebangkitanNya dalam ibadah “kubur terbuka” di wilayah pelayanannya.

Pantauan di lapangan, jemaat-jemaat di pusat kota Ambon diantaranya di GPM Silo, Bethania, Bethel, Rehoboth, Irene, Gereja Katedral dan lainnya menyambut Padkah dengan sukacita.

Musik gereja, pemutaran film, mencari telur, paduan terompet dan pawai obor yang jadi simbol “Api Injil” turut meramaikan jalan-jalan dan kawasan di pusat Kota Ambon dan sekitarnya.

Semua perayaan tersebut, berakhir dengan kebaktian pengucapan syukur Kebangkitan Tuhan Yesus di gereja masing-masing pada Minggu pagi.

Perayaan Paskah tahun ini mengusung tema: “Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga Semakin Beriman dan Sejahtera.” (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.