Apa Kata Mereka Menjelang Pildun 2026 ? (2)

oleh -536 views
oleh

suaramaluku.com – Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) makin dekat yang akan dimulai pada 11 Juni – 11 Juli 2026 nanti.

Euforia menyambut turnamen sepakbola terbesar di planet bumi ini, sudah terasa dimana-mana hingga ke berbagai sudut kota dan kampung-kampung.

Terkait dengan euforia tersebut, kami menghimpun pendapat singkat dari para tokoh publik dengan latar belakang beragam dalam catatan Apa Kata Mereka ?

Berikut ini pendapat para publik figur tersebut :

Anos Yeremias (Anggota DPRD Maluku/Sekretaris DPD Partai Golkar) :

Di Pildun 2026 beta jagokan Brazil. Tim ini relatif lengkap di semua lini, dengan gabungan antara pemain senior dan muda yang sedang berada di puncak prestasi.

Ditambah lagi sekarang mereka dilatih oleh Carlo Ancelloti yang senantiasa pragmatis untuk meraih trofi.

Ada beberapa alasan yang kuat. Yaitu sejarah yang Luar biasa. Brasil adalah negara dengan gelar juara dunia terbanyak, yaitu 5 kali (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002). Rekor ini menunjukkan tradisi kemenangan yang sulit ditandingi negara lain.

Tradisi yang Mengakar. Sepakbola bukan sekadar olahraga di Brasil, melainkan bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat sejak usia dini.

Selalu melahirkan bintang dunia. Dari Pelé, Ronaldo Nazário, Ronaldinho, Kaká, hingga Neymar, Brasil tidak pernah kekurangan pemain berbakat. Kini hadir generasi baru yang siap meneruskan kejayaan dengan permainan kreatif, teknik tinggi, kecepatan, dan kemampuan individu yang mampu bongkar pertahanan lawan.

Namun, sepakbola selalu penuh kejutan. Meskipun beta jagokan Brasil, persaingan di Pildun 2026 sangat ketat karena tim-tim kuat seperti Argentina, France, Spain, Germany, dan England juga memiliki kualitas yang luar biasa.

Harapan beta, Brasil dapat kembali angkat trofi Pildun dan meraih gelar juara dunia keenam (Hexa) pada tahun 2026.

Roberto Akyuwen (Direktur Utama PT LRT Jakarta).

“Di Pildun 2026 beta menjagokan Brazil. Karena tim ini relatif lengkap di semua lini, dengan gabungan antara pemain senior dan pemain muda yang sedang berada di puncak prestasi,” ungkap Robert.

Selain itu, ditambah lagi sekarang mereka dilatih oleh Carlo Ancelloti yang senantiasa pragmatis untuk meraih trofi.

“Jangan lupa juga. Kali ini, Pildun di benua Ametika. Suhu udara pengaruhi fisik dan Brasil tentu jaga gengsi, prait di benuanya,” tambah Robert.

Muhammad Rany Tualeka (Direktur Utama Perumda Panca Karya).

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pendukung tim-tim besar lainnya, beta unggulkan Argentina kembali tampil sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia.

Kekuatan tim Tango tidak hanya terletak pada kualitas individu para pemainnya, tetapi juga pada kemampuan pelatih dalam menyatukan berbagai karakter dan ego besar menjadi sebuah kekuatan kolektif.

“Di bawah kepemimpinan Lionel Scaloni, Argentina menjelma menjadi tim yang solid, disiplin, dan memiliki mental juara,” kata Rani, sapaan akrabnya.

Menurutnya, sosok Lionel Messi tetap menjadi ikon dan inspirasi bagi tim. Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinannya menjadikan dirinya figur sentral yang mampu membangkitkan kepercayaan diri seluruh pemain di lapangan.

Yang menarik dari Argentina saat ini adalah mereka tidak sekadar bermain dengan 11 orang, melainkan seolah bermain dengan 12 orang.

11 pemain berjuang di atas lapangan, sementara satu kekuatan lainnya adalah kebersamaan, semangat juang, dan dukungan jutaan penggemar yang selalu mengiringi langkah tim Tango. Ketika kualitas, kekompakan, dan mental juara bersatu, maka Argentina akan selalu jadi tim yang layak diperhitungkan hingga laga terakhir.

Namun demikian, menjaga sportivitas adalah hal yang paling utama. Dukungan kepada tim kebanggaan boleh berbeda, tetapi rasa hormat kepada lawan harus tetap dijaga.

Pada akhirnya, sepakbola bukan hanya tentang kemenangan dan trofi, melainkan juga tentang persaudaraan, fair play, persatuan, dan saling menghargai antar sesama pencinta olahraga.

“Sepakbola bukan hanya tentang bintang yang bersinar sendiri, tetapi tentang tim yang mampu menjadikan kebersamaan sebagai jalan menuju kemenangan.”

Heygel Tengens (Mantan Pelatih Tim Sepakbola PPLP Maluku).

“Beta kali ini favoritkan timnas Prancis jadi juara,” ujarnya.

Alasannya, skuad Les Bleus komplit dan perpaduan para pemain top di Eropa, baik yang senior maupun muda serta dipimpin pelatih legendaris Didier Deschamp.

“Dimotori tiga penyerang tajam dari klub elit, Kylian Mbappe, Oesmane Dembele dan Michael Olise, ditopang gelandang senior N’golo Kante dan lainnya, Prancis layak dijagokan juara,” jelas Heygel, pendukung klub Ajax ini.

Sofyan Lestaluhu (Presiden Malut United/Eks Ketua Asprov PSSI Maluku).

Sebagai pecinta sepakbola, beta sudah sejak lama jadi pendukung Brasil. Kecintaan kami terhadap Brasil begitu besar hingga salah satu anak saya diberi nama Neymar Lestaluhu, terinspirasi dari sosok yang menjadi ikon sepakbola Brasil.

Bagi kami, Brasil bukan sekadar tim nasional, tetapi juga simbol kreativitas, kegembiraan, dan kecintaan terhadap sepakbola. Dengan sejarah besar, tradisi juara, serta kemampuan melahirkan pemain-pemain hebat dari generasi ke generasi, Brasil selalu menjadi tim yang menarik untuk didukung.

Dengan kualitas pemain saat ini, saya optimistis dan yakin Brasil mampu kembali meraih gelar juara dunia pada Pildun 2026.

Harapan beta. Semoga Pildun 2026 menjadi ajang yang junjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan fair play.

Lebih dari itu, semoga turnamen ini menginspirasi anak-anak dan generasi muda untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah dalam meraih cita-cita.

Sepakbola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang membangun karakter, persatuan, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Karel Leiwakabessy (Ketua Asperindo Maluku)

Pildun 2026 sangat menarik. Karena biasanya hanya diikuti 32 timnas. Kali ini meningkat jadi 48 negara. Dengan tiga negara jadi tuan rumah, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Persaingan tentunya ketat. Terutama antara tim-tim benua Eropa dan Amerika serta “kuda hitam” dari Afrika dan Asia.

Namun di Pildun 2026 ini. “Beta favoritkan Inggris jadi juara,” ujar Karel.

Alasannya simpel saja. Hampir semua pemain terbaik dunia pernah main di Liga Premiere Inggris. Otomatis para pemain sudah saling ketahui kelebihan dan kekurangan lawan di Pildun 2026 ini. Mereka sudah teruji di Liga yang top dan keras persaingannya.

“Dengan indikator itu. Beta jagokan Inggris bisa melangkah jauh dan jadi juara untuk kedua kalinya setelah edisi 1966. Kita lihat saja nanti,” ucap Karel.

Apalagi, lanjutnya, striker senior Harry Kane lagi moncer di kompetisi Bundesliga dan ditambah ramuan pelatih Thomas Tuchel.

“Beta yakin mereka bisa capai prestasi terbaik kali ini,” katanya. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.