suaramaluku.com – Tim sepakbola Banteng Maluku Raya U-17 yang akan ikut Kompetisi Liga Kampung Soekarno Cup Tingkat Nasional 2026, masuk dalam Grup A yang bisa disebut sebagai “grup neraka”.
Turnamen yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan itu, akan diikuti 16 tim seluruh Indonesia yang melibatkan 400 pemain U-17 dan berlangsung di tiga kota yaitu Surabaya, Gresik dan Bangkalan pada 10 – 24 Agustus 2026.
Dari data yang diterima media ini, tim Banteng Maluku Raya U-17 dalam kompetisi tersebut, masuk dalam grup “neraka” yang berisikan tuan rumah Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Barat (Kalbar). Jatim adalah pemenang Soekarno Cup tahun lalu.
Terkait dengan itu, rombongan tim Banteng Maluku Raya U-17 yang berkekuatan 25 pemain, 5 pelatih dan 5 official, telah dilepas oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun, bertempat di Kantor DPD kawasan Karangpanjang, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Benhur sampaikan terima kasih untuk Manager Tim Maluku Raya FC, Bung Alhidayat Wajo dan rekan-rekan pelatih, official dan khusus kepada 25 talenta muda yang melewati setiap ujian ketat sehingga mewakili Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada ajang bergengsi nasional 2026 ini.
“Inilah Persembahan PDI Perjuangan untuk anak muda, untuk Maluku tercinta. Jayalah Anak Muda Maluku. Mohon dukungan dan doanya,” ujarnya.
Tentang Maluku masuk di grup yang keras, Benhur mengakuinya. Namun demikian, dia optimis dengan semangat skuad Pattimura Muda ini. “Pantang mundur dan menyerah,” katanya.
Sementara itu, menurut Debi Latuconsina (salah satu Wakil Ketua DPD PDIP Maluku), tim Banteng Maluku Raya direncanakan berangkat ke Surabaya pada hari Sabtu (8/8/2026). Karena pembukaan turnamen pada Senin 10 Agustus 2026.
Tim Maluku yang dimanajeri Alhidayat Wajo (Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga) ini, akan tampil main perdana pada 11 Agustus melawan Kalbar di Stadion 10 November Surabaya.
Menurutnya, tim Banteng Maluku Raya terdiri dari para pemain yang diseleksi dari Liga Kampung Soekarno Cup Zona Maluku. Mereka berasal dari Kota Ambon, Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT).
“Kita kasih semangat untuk adik-adik berjuang saja. Biar mereka tambah pengalaman dan bisa jadi motivasi untuk masa depan,” ujar Debi.
Sementara itu, lima pelatih yang menyertai para pemain berasal dari Asprov PSSI Maluku yaitu Halid Latuamury (Pelatih Kepala), Zakarias Rumlus (Asisten Pelatih), Hasim Asri (Asisten Pelatih), Riky N.F. UR (Asisten Pelatih) dan Hans Tamaela (Asisten Pelatih).
Sedangkan 25 pemain yakni Arsan Junawan (Kiper/Ambon), Galang H.B. (Kiper/SBB), dan Sahran Sehnen (Kiper/SBT).
Gerald Stefen Kastanya (Bek Tengah/Ambon), M. Nesta Messi (Bek Tengah/Ambon), Ahmad Madani Simal (Bek Tengah/Malteng), Edward Kapitan (Bek Sayap/SBB), Rahmat Marasabessy (Bek Sayap/Ambon), Pasha (Bek Sayap/Malteng).
Resli Mesak Koranelau (Gelandang Bertahan/Malteng), William Talabessy (Gel Tengah/SBB), Juan Sumah (Gel Tengah/SBB), Akbar Gura (Gel Serang/SBT), Ade Sahari Wailisa (Gel Serang/Ambon).
Faturahman Bugis (Penyerang Sayap/SBT), Irfan Lapandewa (Pen Sayap/SBB), Khanzanah Putra (Pen Sayap/SBT), Ahmad Risandi (Pen Sayap/Malteng).
Sergio Peres UR (Penyerang Tengah/Ambon), Aido F. Bugis (Posisi Tambahan/SBT), Randi Raharusun (Pos Tambahan/Malteng), M. Chiko Liliwery (Pos Tambahan/SBB), Rehan Perasa (Pos Tambahan/Malteng) dan Nyong Parid Keltekes (Pos Tambahan/SBT). (NP)







