FIK UKIM Tingkatkan Daya Saing Usaha Tenun ‘Anugerah’ Halong Melalui Digitalisasi

oleh -153 views
oleh

suaramaluku.com – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terkait dunia usaha untuk meningkatkan daya saing di era digitalisasi.

Tema PKM tersebut yakni “Peningkatan Daya Saing Usaha Tenun ‘Anugerah’ melalui Digitalisasi Manajemen Usaha dan Strategi Pemasaran pada Kelompok Usaha Tenun ‘Anugerah’ Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026), sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kelompok usaha tenun yang berada di Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Dalam kegiatan ini tim PKM FIK UKIM diketuai oleh Golda Tomasila ST MSi M.Kom dan dipandu oleh Rizky Apris Zacharis (mahasiswa Sistem Informasi FIK UKIM).

Nara sumber lain yaitu Moses Tomasila SE MM yang menyajikan materi sosialisasi tentang Literasi Keuangan. Hal ini untuk menjawab situasi mitra yang masih sangat terbatas pengetahuannya mengenai manajemen pengelolaan keuangan yang baik.

Selain itu, Tim PKM juga membuat website (e-commerce) untuk Kelompok Usaha Tenun Anugerah guna membantu pemasaran, karena selama ini pemasaran hanya dilakukan melalui media sosial (FB) ketua kelompok sehingga hanya dijangkau oleh lingkup pertemanan di medsos.

Menurut Ketua Kelompok Usaha Tenun Anugerah, Ibu Frenike Latuharhary, PKM FIK UKIM ini sangat membantu kelompok dalam meningkatkan daya saing lewat pengetahuan Literasi Keuangan dan Digitalisasi Penjualan, serta diharapkan untuk ke depan dapat terus meningkatkan hasil usahanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana PKM, Golda Tomasila ST MSi M.Kom menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FIK UKIM untuk implementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat.

“Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Digitalisasi harus menjadi sarana bagi mitra untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha dan memperluas pasar produk tenun,” ujarnya.

Untuk diketahui, usaha Tenun Anugerah merupakan salah satu kelompok usaha masyarakat yang memiliki potensi dalam menghasilkan produk tenun bernilai ekonomi dan budaya.

Namun, dalam pengelolaannya, kelompok usaha tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pencatatan administrasi yang belum tertata, pengelolaan keuangan yang masih sederhana, serta pemasaran produk yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Melalui kegiatan PKM ini, tim pelaksana dari FIK UKIM Ambon memberikan pendampingan dan pelatihan mengenai digitalisasi manajemen usaha serta strategi pemasaran berbasis teknologi informasi.

Pendampingan diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk tenun.

DIGITALISASI USAHA

Materi kegiatan meliputi pengenalan dan praktik penggunaan teknologi digital untuk mendukung aktivitas usaha. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai:

Pencatatan data produksi dan penjualan secara digital. Pengelolaan administrasi usaha yang lebih sistematis. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Penyusunan katalog produk digital. Pembuatan konten promosi yang menarik.

Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Penggunaan aplikasi pesan instan untuk pelayanan konsumen. Strategi membangun identitas dan citra produk tenun.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung. Peserta didampingi untuk mengambil foto produk, menulis deskripsi produk, menyusun konten promosi, serta memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan produk Tenun Anugerah kepada konsumen yang lebih luas.

Mendorong Pemasaran yang Lebih Luas: Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu Usaha Tenun Anugerah mengatasi keterbatasan pemasaran yang selama ini masih mengandalkan penjualan secara langsung dan jaringan pelanggan tertentu.

Dengan strategi pemasaran digital, produk tenun dapat diperkenalkan kepada masyarakat di Kota Ambon, Maluku, bahkan konsumen di luar daerah.

Digitalisasi juga memungkinkan pelaku usaha menampilkan keunikan produk, proses produksi, nilai budaya, serta cerita di balik kain tenun. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik produk dan meningkatkan nilai jual di mata konsumen.

Tim PKM menekankan bahwa pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan penjualan, tetapi juga mencakup kemampuan membangun komunikasi dengan pelanggan, merawat hubungan dengan konsumen, serta menciptakan kepercayaan terhadap produk dan kelompok usaha.

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok Usaha Tenun Anugerah dalam mengelola usaha secara lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan.

Mitra juga diharapkan mampu menggunakan perangkat digital secara mandiri untuk mendukung proses administrasi, promosi, dan pemasaran produk.

Pelaksanaan kegiatan PKM ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal. FIK UKIM tidak hanya berperan memberikan pengetahuan teknologi, tetapi juga dampingi masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan karakteristik usaha.

Melalui kegiatan ini, Usaha Tenun Anugerah diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.

Penguatan manajemen dan pemasaran berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pelanggan, meningkatkan pendapatan, serta menjaga keberlanjutan usaha tenun sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.

Untuk itu, FIK UKIM Ambon berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi informasi yang inovatif, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.