Tim PKM UKIM Dampingi Perajin Bata Merah Negeri Hatu Soal Digitalisasi Usaha

oleh -502 views
oleh

suaramaluku.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan program pendampingan teknologi dan manajemen usaha bagi perajin bata merah di Negeri Hatu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Agustus 2026 ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi perajin melalui digitalisasi pengelolaan keuangan dan optimalisasi Local SEO Marketing.

Program tersebut dilaksanakan oleh tim PKM UKIM yang terdiri atas Dr. Jondry A. Hetharie SE MM CTMS dan Robbi Lakatua SE MSi serta melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen, Daniel Lesilolo.

Menurut Hetharie dan Lakatua, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan kapasitas pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.

Program PKM ini berangkat dari kondisi pengelolaan usaha perajin bata merah yang masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya dalam pencatatan keuangan dan pemasaran.

Selama ini, pencatatan transaksi usaha sebagian masih dilakukan manual menggunakan buku catatan. Kondisi itu berpotensi sebabkan transaksi tidak terdokumentasi secara sistematis serta membuat keuangan usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga.

Di sisi pemasaran, jangkauan pasar perajin juga masih relatif terbatas pada pelanggan lokal dan jaringan perantara. Hal ini sebabkan perajin belum sepenuhnya memiliki akses langsung terhadap calon pelanggan yang lebih luas, termasuk kontraktor maupun pelaku usaha konstruksi yang membutuhkan pasokan bata merah dalam jumlah besar.

Menjawab persoalan tersebut, tim PKM UKIM perkenalkan digitalisasi pengelolaan keuangan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kemampuan perajin dalam mengelola usaha secara lebih tertib dan terukur.

Melalui pelatihan dan pendampingan secara langsung, para perajin diperkenalkan pada pencatatan transaksi menggunakan perangkat digital. Materi yang diberikan mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran, biaya produksi, pengelolaan utang dan piutang, hingga pemantauan hasil usaha.

Perajin juga diarahkan untuk memahami pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, perajin diharapkan dapat mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat dan menjadikannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan usaha.

Hetharie jelaskan, komponen biaya produksi yang diperkenalkan dalam proses pendampingan mencakup berbagai kebutuhan produksi bata merah, antara lain bahan baku tanah liat, kayu bakar atau bahan bakar produksi, biaya tenaga kerja, serta biaya operasional lainnya.

Digitalisasi pencatatan utang dan piutang juga menjadi bagian dari pendampingan. Penggunaan pengingat transaksi digital diharapkan dapat membantu perajin memantau pembayaran pelanggan secara lebih teratur, terutama dalam transaksi dengan sistem pembayaran tempo.

BUKA AKSES PASAR

Selain aspek keuangan, kegiatan PKM juga memberikan perhatian khusus pada strategi pemasaran digital melalui pendekatan Local SEO Marketing.

Dikatakan, tim PKM UKIM memperkenalkan pemanfaatan Google Business Profile sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan visibilitas usaha perajin di internet.

Profil usaha yang terkelola dengan baik memungkinkan informasi mengenai lokasi, produk, foto, kontak, serta aktivitas usaha lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui Google Search dan Google Maps.

Hetharie dan Lakatua menjelaskan, dalam proses pendampingan, perajin diarahkan untuk mengoptimalkan informasi usaha dengan pertimbangkan kata kunci pencarian yang relevan dengan lokasi dan produk.

Beberapa contoh kata kunci yang dapat dikembangkan antara lain “jual bata merah terdekat”, “bata merah Negeri Hatu”, serta kata kunci lain yang berkaitan dengan pemasok material bangunan di wilayah Maluku Tengah.

Optimalisasi juga mencakup penggunaan foto produk dan lokasi usaha yang informatif. Informasi mengenai akses menuju lokasi produksi menjadi penting karena sebagian pelanggan potensial, khususnya kontraktor dan pelaku usaha konstruksi, membutuhkan kepastian mengenai lokasi serta kemudahan akses kendaraan untuk proses pengambilan atau pengiriman bata merah.

Melalui strategi tersebut, pemasaran tidak lagi hanya bergantung pada jaringan pelanggan yang sudah ada, tetapi mulai diarahkan untuk membangun kehadiran digital usaha yang dapat menjangkau calon pelanggan di luar lingkungan Negeri Hatu.

EKONOMI BERKELANJUTAN

Program penguatan perajin bata merah di Negeri Hatu juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pembangunan yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inovasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan.

Digitalisasi pengelolaan keuangan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perajin dalam mengendalikan biaya, mengetahui kondisi usaha, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi keuangan yang lebih baik.

Sementara itu, pemanfaatan Local SEO Marketing diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha lokal.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan pada terbentuknya ekosistem usaha yang lebih mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memanfaatkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Melalui program ini, lanjut Hetharie, UKIM berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Digitalisasi keuangan dan pemasaran diharapkan menjadi langkah awal bagi perajin bata merah Negeri Hatu untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Tim PKM UKIM berharap program ini dapat berikan dampak jangka panjang bagi peningkatan daya saing perajin bata merah di Negeri Hatu sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan teknologi digital. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.