suaramaluku.com – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) nya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan kegiatan untuk kalangan remaja di Jemaat Benteng Karang.
Kegiatan tersebut bertemakan “Literasi Keuangan dan Kesiapan Digital Sebagai Pendorong Perilaku Ekonomi di Kalangan Kelompok Remaja Benteng Karang”, dengan dua pembicara yakni Beatrix Talakua SE MSi dan Debby Likumahua SE MM serta mahasiswa pendamping, pada 30 Agustus 2026.
Dua nara sumber jelaskan, bahwa literasi keuangan merupakan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola keuangan dengan efektif dalam pengambilan keputusan keuangan.
Pada era globalisasi saat ini, permasalahan ekonomi menjadi sangat kompleks, sehingga penting bagi remaja untuk memiliki literasi keuangan yang baik.
Literasi keuangan adalah mencakup pengetahuan dan keterampilan seseorang untuk menggunakan dan mengelola pendapatannya secara bijak, baik untuk pengeluaran, tabungan, maupun investasi.
Menurut mereka, dalam prakteknya, literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat keberhasilan dan keberlangsungan perekonomian bagi masyarakat luas suatu negara demi meningkatkan kesejahteraannya.
Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama kalangan remaja. Internet dan media sosial telah menjadi bagian dari keseharian yang pengaruhi cara mereka berpikir, berinteraksi, dan berperilaku.
Dikatakan, remaja kini lebih banyak berinteraksi melalui layar dibandingkan tatap muka langsung, yang secara perlahan mengubah cara mereka memahami hubungan sosial.
Remaja adalah pelaku ekonomi aktif yang berperan sebagai konsumen, produsen, dan pengelola keuangan.
Gaya hidup digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, belajar, dan mengakses informasi.
Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, sosial, dan perilaku remaja.
Dalam kegiatan ini pula diberikan pelatihan mengelola keuangan secara sederhana dengan membuat pembukuan yang secara dini dapat dilakukan setiap hari oleh anak-anak remaja ini.
Mereka mencatat apa yang diterima (uang jajan) dan mencatat uang yang dikeluarkan. Dan sharing bersama membahas bagaimana keseimbangan penggunaan telepon genggam (handphone) untuk mendorong perilaku ekonomi remaja di masa sekarang dan masa depan.
Media sosial dan teman sebaya sangat pengaruhi keputusan belanja mereka. Remaja juga bisa menjadi produsen dengan menjual karya atau jasa secara online.
Hal ini mendorong perilaku ekonomi yang baik sejak dini. Karena di era generasi sekarang ini, remaja menjadi tombak perilaku ekonomi yang gencar melakukan banyak hal secara online.
Sehingga mereka harus didukung dengan berbagai teori bahkan praktik akan pengetahuan literasi keuangan, kesiapan digital agar kelompok remaja ini tidak terlena dengan apa yang mereka lakukan dan dianggap benar.
Beatrix Talakua dan Debby Likumahua menambahkan, pesan moral yang disampaikan pada akhir kegiatan PkM ini adalah sejak remaja, jadilah anak remaja yang berkualitas, menggunakan media sosial dengan baik dan benar,
belajar mengelola keuangan sejak dini/remaja sehingga menjadikan remaja yang menghasilkan dampak yang baik bagi diri sendiri, sesama teman bahkan keluarga. (*/SM-12)







