La Memo Dkk Raih Medali Perak, Muskita ke 8 Besar

oleh -395 views
oleh
Petinju Indonesia berdarah Maluku, Maikhel Roberd Muskita.

suaramaluku.com – Atlet dayung asal Pulau Osi, Seram Bagian Barat, Maluku, La Memo dan kawan-kawan meraih medali perak untuk kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang.

Keberhasilan itu dihasilkan melalui nomor rowing men’s quadruple sculls, Kamis (24/9/2026).

Tim quadruple Indonesia yang terdiri dari Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan La Memo menjadi tim tercepat kedua dengan catatan waktu 5 menit 47,90 detik.

La Memo dan kawan-kawan kalah bersaing dengan tim China yang berhak meraih emas usai mencatatkan waktu tercepat 5 menit 46,03 detik.

Sementara medali perunggu jadi milik tim Uzbekistan, dengan catatan waktu 5 menit 48,96 detik.

Ini menjadi perak kedua yang didapat dari cabor rowing setelah sebelumnya disumbang Ali Mardiansyah/Rafiq Wijdan Yasir dari nomor lightweight men’s double sculls.

Selain La Memo, mantan atlet dayung Maluku Asuhan Patiiha juga lolos ke final namun gagal meraih medali. Asuhan Pattiiha berpasangan dengan Ferdiansyah tampil pada final men’s pair.

Sedangkan pedayung putri asal Maluku lainnya, Chelsea Corputty, kali ini gagal peroleh medali dari nomor lightweight double sculls. Dia berpasangan dengan Rahma Putri.

Sementara itu, petinju andalan Indonesia berdarah Maluku, Maikhel Roberd Muskita, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final kelas 80 kilogram (kg) putra pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bertanding di Gymnasium Nishio, Aichi, Jepang, pada Rabu (23/9/2026), Muskita berhasil menundukkan wakil tuan rumah, Kai Toriyabe.

Muskita yang besar di kawasan Batugajah Ambon, menunjukkan dominasi yang meyakinkan sejak ronde pertama dimulai.

Berdasarkan data pertandingan, petinju Merah Putih ini meraih kemenangan mutlak dengan skor 5-0.

Kelima juri memberikan keunggulan bagi Muskita dengan rincian nilai 30-27, 30-27, 29-28, 29-28, dan 30-27.

Di babak 8 Besar nanti, Maikhel Muskita meminta dukungan publik tanah air menjelang laga menghadapi petinju Korea, Minseong Kim pada babak perempat final kelas 80 kilogram cabang olahraga tinju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Saya akan melawan petinju Korea, doakan saya karena ini memang sulit, (tetap) berjuang,” kata Maikhel Muskita dalam video yang disiarkan Asian Boxing melalui akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Rabu.

PENANTIAN 28 TAHUN

Sementara itu, tim bulutangkis beregu putra Indonesia menghadirkan salah satu comeback paling dramatis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sempat tertinggal 0-2 dari China pada final, skuad Merah Putih bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Kemenangan itu juga menghadirkan medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.

Lebih dari itu, emas dari nomor beregu putra menjadi penutup penantian panjang bulu tangkis Indonesia selama 28 tahun untuk kembali berdiri di podium tertinggi Asian Games.

Final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis 24 September 2026 awalnya berjalan berat bagi Indonesia. Dua partai pertama lepas ke tangan China sebelum kebangkitan dimulai pada pertandingan ketiga.

Indonesia ketinggalan 0-2, setelah tunggal putra pertama Jonatan Christy kalah.dari Shi Yu Qie dan ganda putra Fakra/Fikri juga kalah.

Kubu Merah Putih bangkit di partai ketiga, tunggal putra Alwi Farha sukses menang. Skor jadi 1-2. Disusul ganda Leo/Daniel juga mampu menang, kedudukan berubah jadi 2-2.

Laga perebutan medali emas, kemudian ditentukan pada partai kelima. Tunggal ketiga Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed dipercaya menghadapi Weng Hongyang.

Pemain muda Indonesia itu akhirnya tuntaskan pertandingan dengan kemenangan dan skor jadi 3-2.

Dengan demikian, penantian emas selama 28 tahun sejak 1998 merebut emas oleh Taufik Hidayat dkk, terbayar lunas.

Di bagian beregu putri. Putri Kusuma Wardani dkk juga sukses meraih medali perunggu, setelah di partai semifinal kalah 0-3 dari China. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.