Dua Atlet Asal Maluku Raih Medali Emas dan Perunggu di Asian Para Games 2026

oleh -547 views
oleh
Barce Layaba dan Leli Marlina. (Foto kemenpora).

suaramaluku.com – Dua atlet para tenis meja (tenis meja disabilitas) asal Maluku, yakni Barce Layaba dan Adyos Astan berhasil meraih medali emas dan perunggu untuk kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2026 di Nagoya Jepang, 18 – 24 Oktober 2026.

Dari data kontingen Merah Putih dan AI, Barce Layaba peroleh 1 medali emas dari nomor Ganda Campuran XD10 berpasangan dengan Leli Marlina.

Mereka sukses menyabet medali emas ke-10 untuk Indonesia setelah menumbangkan pasangan kuat Korea Selatan (Kim Young-gun/Moon Sung-hye) dengan skor 3-1 di babak final.

Kemenangan emosional ini mereka dedikasikan khusus untuk mendiang legenda para tenis meja Indonesia, David Jacobs.

Selain itu, atlet andalan Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku ini, juga merebut medali perunggu di nomor tunggal putra TT4-5 dan sukses naik podium ketiga setelah menembus babak semifinal.

Nama Barce Layaba akhirnya mencuri perhatian publik setelah mengukir prestasi gemilang itu, pada debutnya atau penampilan perdana di ajang Asian Para Games 2026 di Jepang.

Perjalanan Barce tergolong sangat inspiratif. Ia sempat berniat menyerah akibat keterbatasan fasilitas latihan dan minimnya lawan sparring di daerah asalnya, namun kerja kerasnya berhasil membawanya jadi salah satu pahlawan olahraga Merah Putih di panggung Asia.

Sementara itu, satu medali perunggu lainnya dihasilkan oleh Adyos Astan, salah satu atlet para tenis meja senior andalan Indonesia asal Kota Ambon, Maluku.

Lahir pada 1 Januari 1968, ia merupakan salah satu atlet veteran tertua di kontingen Indonesia yang masih aktif menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Adyos Astan kembali membuktikan ketangguhannya di usia 58 tahun dengan membawa pulang medali perunggu di nomor ganda putra kelas MD8 bersama Yayang Gunaya.

Keduanya menyabet status juara grup B setelah mengalahkan Kuwait 3-0, sebelum akhirnya terhenti di babak semifinal oleh pasangan tuan rumah Jepang.

Sedangkan di nomor tunggal putra klasifikasi TT4, Adyos Astan sampai babak perempat final. Ia membuka laga penyisihan grup F dengan kemenangan telak 3-0 atas wakil Nepal, namun langkahnya terhenti setelah kalah 1-3 dari Park Jaehyeon (Korea Selatan).

Meskipun harus menggunakan kursi roda akibat polio yang dideritanya sejak usia dua tahun, semangat juangnya tidak pernah padam.

Di samping menjadi atlet, Adyos Astan juga mengemban amanah sebagai Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Provinsi Maluku untuk periode 2024–2029. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.