Ritiauw Bantah Ikut Bursa Cagub, Watubun: Saya Siap Bila Ditugaskan

oleh -878 views
oleh

suaramaluku.com – Meski pemilihan gubernur (Pilgub) Maluku tahun 2029 masih lama, namun wacana siapa figur-figur yang akan maju pada bursa pencalonan mulai ramai diwacanakan.

Misalnya pemberitaan soal duet bakal calon Mayjen TNI Purn Arnold Ritiauw (mantan Gubernur Akademi Militer) dan Thaher Hanubun (Bupati Maluku Tenggara).

Nama-nama yang juga muncul selain petahana Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, yakni Benhur G. Watubun, Widya Pratiwi Ismail, Saadiah Uluputty, Barnabas Orno dan lainnya.

Figur-figur diatas disebut di kalangan politisi, aktifis dan masyarakat (akar rumput), karena status mereka sebagai pimpinan partai di Maluku.

Duet gubernur dan wakil gubernur saat ini misalnya, Hendrik Lewerissa (Ketua DPD Partai Gerindra), Abdullah Vanath (Ketua DPW Nasdem), Benhur Watubun (Ketua DPD PDI Perjuangan), Lidya Pratiwi Ismail (Ketua DPW PAN), Barnabas Orno (Ketua DPD Partai Hanura) dan Saadiah Uluputty (Anggota DPR RI dari PKS).

Namun demikian, soal muncul wacana nama Mayjen TNI Purn Arnold Ritiauw akan berduet dengan Thaher Hanubun seperti diberitakan, ternyata tidak benar.

“Itu hoax (tidak benar) bung,” kata mantan Danrem 151 Binaya ini singkat melalui pesan Whatsapp, saat dikonfirmasi media ini Selasa (22/9/2026).

Ritiauw tidak mau berkomentar panjang. Ia lebih memilih konsentrasi untuk jalankan tugasnya kini sebagai Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR.

SIAP BILA DITUGASKAN

Sementara itu, secara terpisah, Ketua DPRD Maluku yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan, Benhur G. Watubun, mengatakan, Pilgub 2029 masih jauh namun dia siap bila ditugaskan oleh partai.

“Saya selalu menghargai setiap aspirasi dari bawah (akar rumput). Dan jika kemudian ditugaskan partai, maka sebagai kader harus siap jalankan amanah,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Watubun saat ditanya soal permintaan PAC PDIP Saparua Timur yang memintanya ikut serta dalam Pilkada 2029 nanti.

Menurutnya, waktu memang masih jauh, pihaknya harus lebih fokuskan untuk menuntaskan agenda-agenda kerakyatan dengan baik.

“Bersamaan dengan proses berjuang bersama rakyat itu, kita juga wajib perhatikan pandangan kader-kader di akar rumput,” kata Watubun.

Ia menambahkan, dinamika bangsa saat ini dengan berbagai kebijakan yang tidak menjawab solusi bagi rakyat, hal ini yang kemudian mendorong orang mulai berpikir tentang masalah kepemimpinan baik nasional maupun daerah. (NP)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.