40 Calon Pahlawan Nasional: Ada A.M. Sangadji, Prof Siwabessy, Abidin Syah

oleh -1,503 views
oleh
A.M. Sangadji, Prof G.A. Siwabessy dan Zaenal Abidin Syah.

suaramaluku.com – Dua tokoh asal Maluku dan satu Maluku Utara masuk dalam daftar usulan 40 calon pahlawan nasional tahun 2025.

Mereka adalah Abdoel Moethalib Sangadji dan Prof Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy (Maluku) serta Zainal Abidin Syah (Maluku Utara).

Selain itu, nama-nama terkenal lainnya yaitu dua mantan Presiden RI, H.M. Soeharto dan Abdulrahman Wahid (Gus Dur), eks Gubernur DKI Jenderal (Purn) Ali Sadikin, Jenderal (Purn) M. Yusuf, Drs. Franciscus Xaverius Seda dan lainnya.

Hal ini terungkap, setelah Kementerian Sosial (Kemensos) telah usulkan 40 nama untuk diberikan gelar pahlawan nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Ke-40 nama tersebut telah melewati proses yang panjang dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk sebagai calon pahlawan nasional.

“Karena memang sebelumnya harus diproses lewat kabupaten kota bersama masyarakat setempat, ahli sejarah, dan juga tentu ada bukti-bukti yang menyertai dari proses itu,” ungkap Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (24/10/2025) seperti dikutip dari Kompas.com.

“Kemudian dibawa ke tingkat provinsi, di tingkat provinsi dibawa ke Kementerian Sosial. Setelah lewat Kementerian Sosial diproses lagi baru naik ke Dewan Gelar,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, 40 nama tersebut sudah diusulkan sejak lama. Beberapa nama yang diusulkan adalah Presiden ke-2 RI Soeharto; Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur; hingga aktivis buruh, Marsinah.

“Beberapa nama di antaranya sudah saya sampaikan ada Presiden Abdurrahman Wahid, ada Presiden Soeharto, juga ada pejuang buruh Marsinah, dan ada beberapa tokoh-tokoh juga dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia,” kata Gus Ipul.

Untuk diketahui, tokoh A.M. Sangadji (Abdoel Moethalib Sangadji) adalah seorang perintis kemerdekaan Indonesia lahir 3 Juni 1889 di Negeri Rohomoni, Maluku Tengah, Maluku dan meninggal 20 April 1949.

Ia dikenal dengan julukan “Si Jago Tua,” yang merupakan keturunan bangsawan Maluku yang memilih berjuang di Jakarta dan Jawa untuk kemerdekaan Indonesia. Sangadji terlibat dalam Sarekat Islam, Kongres Pemuda II, dan BPUPKI, serta berperan penting dalam menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan di Kalimantan.

Prof Dr Gerrit Augustinus Siwabessy lahir di Negeri Ullath, Pulau Saparua, Maluku Tengah pada 19 Agustus 1914 – 11 November 1982) adalah seorang ilmuwan dan politikus Indonesia yang jabat Menteri Badan Tenaga Atom Nasional pada 1964 dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1966 hingga 1978 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto.

Prof Siwabessy juga dikenal sebagai Bapak Atom Indonesia atau ahli radiologi/nuklir dan merupakan pencetus ide Asuransi Kesehatan (Askes) yang kini populer disebut BPJS.

Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore periode 1947—1967, ia punya peranan penting di sejarah perebutan kembali Papua Barat. Pada 17 Agustus 1956 Presiden Soekarno umumkan pembentukan Propinsi Perjuangan Irian Barat dengan ibukota sementara di Soa-Sio Tidore.

Keputusan tersebut diambil oleh Presiden Soekarno dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu.

Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur sementara propinsi perjuangan Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 di Soa-Sio Tidore (SK Presiden RI No. 142/ Tahun 1956, Tanggal 23 September 1956).

Selanjutnya sesuai SK Presiden RI No. 220/ Tahun 1961, Tanggal 4 Mei 1962, ia ditetapkan sebagai gubernur tetap Propinsi Irian Barat. Sebagai gubernur Sultan Zainal Abidin Syah diperbantukan pada Operasi Mandala di Makassar (TRIKORA) Perjuangan Pembebasan Irian Barat.

Sultan Zainal Abidin Syah pegang jabatan gubernur Irian Barat sampai tahun 1961, selanjutnya beliau menetap di Ambon hingga wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon.

Selanjutnya pada tanggal 11 Maret 1986, pihak keluarga kesultanan Tidore pindahkan kerangka Sultan Zainal Abidin ke Soa Sio Tidore dan disemayamkan di Sonyine Salaka (Pelataran Emas) Kedaton Kie Soa-Sio Kesultanan Tidore.

Berikut daftar 40 nama yang diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional.

USULAN PADA 2025 :

KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur

Demmatande – Sulawesi Barat

KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat

Marsinah – Jawa Timur

USULAN TUNDA 2024 :

Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat (Diusulkan pada 2021)

Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku (Diusulkan pada 2023)

Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta (Diusulkan pada 2010)

Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara (Diusulkan pada 2023)

Mr. Gele Harun – Lampung (Diusulkan pada 2023)

Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur (Diusulkan pada 2019)

Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo (Diusulkan Tahun 2021)

Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)

Mahmud Marzuki – Riau (Diusulkan Tahun 2022)

Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh (Diusulkan Tahun 2021)

Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur (Diusulkan Tahun 2012)

Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan (Diusulkan Tahun 2010)

Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara (Diusulkan Tahun 2020)

Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2024)

K.H. Wasyid – Banten (Diusulkan Tahun 2024)

Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2024).

USULAN PENUHI SYARAT DIAJUKAN KEMBALI (2011-2023) : 

Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2021)

K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2010)

H.M. Soeharto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)

K.H. Bisri Syansuri – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2020)

Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat (Diusulkan Tahun 2012)

Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan (Diusulkan Tahun 2010)

H.B. Jassin – Gorontalo (Diusulkan Tahun 2022)

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2022)

M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2023)

dr. Kariadi – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2020)

R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2023)

Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2023)

Raden Soeprapto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)

Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta (Diusulkan Tahun 2018)

K.H. Sholeh Iskandar – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2023)

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat (Diusulkan Tahun 2022)

Zainal Abidin Syah – Maluku Utara (Diusulkan Tahun 2021)

Prof Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku (Diusulkan Tahun 2021)

Chatib Sulaiman – Sumatera Barat (Diusulkan Tahun 2023)

Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah (Diusulkan Tahun 2010). (^/NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.