suaramaluku.com – Informasi yang ramai diberitakan belakangan ini, bahwa bos Malut United FC David Glen akan resmi akuisisi (ambil alih) klub PSIS Semarang, kini mulai ada kejelasan benar atau tidak kabar tersebut.
Informasi yang dihimpun media ini dalam sepekan terakhir hingga Sabtu (15/11/2025), ternyata pembicaraan pihak Malut United dan PSIS yang sudah hampir final, tidak mencapai kesepakatan di tahap akhir.
Sumber internal dan terpercaya media ini di Malut United, Sabtu (15/11/2025), mengungkapkan, batalnya pihak Malut United akuisisi PSIS, karena sikap plin plan dan keputusan sepihak pemilik klub berjuluk Mahesa Jenar itu.
“Iya batal. Karena keputusan sepihak pemilik PSIS dalam hal ini Pak Yoyok Sukardi. Padahal pembicaraan sudah Ok. Bahkan draft kesepakatan pada salah satu notaris di Semarang, tinggal waktu penandatanganan saja,” beber sumber media ini.
Lebih lanjut, ia menambahkan, ketika menunggu hari H tandatangan di Semarang, tiba-tiba pihak Malut United dihubungi Yoyok Sukardi, menyatakan pihaknya batal melepaskan hak untuk klubnya diambil alih.
“Yang terjadi demikian. Padahal manajemen Malut United infonya sudah bantu finansial untuk operasional PSIS pada beberapa partai Liga 2 terakhir. Bahkan Asisten Pelatih Malut United, Resal Octavian Dedy dan juga Hengky Oba sudah bersama PSIS di Semarang,” ungkapnya.
Padahal, tambah sumber itu, maksud baik David Glen pengusaha tambang “gila bola” asal Ambon itu akuisisi PSIS, adalah untuk selamatkan dan angkat lagi nama besar PSIS yang terdegradasi dari Liga 1 dan saat ini terpuruk di dasar klasemen Liga 2.
“Disayangkan ya. Niat baik pak David Glen direspon dengan sikap sepihak manajemen PSIS. Padahal PSIS itu klub besar, pernah juara kompetisi utama, namun kini terseok-seok,” ujarnya.
Sementara itu, Dirut PT Malut Maju Sejahtera (MMS), Dirk Soplanit, sebagai manajemen pengelola Malut United FC yang dikonfirmasi via telepon selulernya, belum berikan penjelasan.
PENJELASAN PSIS
Di lain pihak, manajemen PSIS Semarang mengakui rencana pengambilalihan klubnya oleh bos Malut United, akhirnya dibatalkan.
Dikutip dari BolaSport.com, manajemen PSIS melalui PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) benarkan membatalkan rencana penjualan saham klub tersebut.
Dalam surat bertanggal Sabtu (15/11/2025), Joni Kurnianto selaku juru bicara PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) menjelaskan pembatalan tersebut.
“PT MJS menegaskan bahwa rencana penjualan dan akuisisi saham tersebut secara resmi dinyatakan batal,” demikian rilis bertanda tangan Joni Kurnianto.
“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan bahwa tidak tercapai titik temu yang memadai pada sejumlah aspek material yang menjadi dasar transaksi.”
“Kedua pihak telah melakukan berbagai upaya untuk capai kesepakatan yang adil dan seimbang, namun terdapat beberapa hal fundamental yang tidak dapat disatukan.”
Melihat penampilan klub dan batal masuknya pemilik baru, bisa saja PSIS bakal terlempar ke Liga 3 musim depan.
Pasalnya, di liga kasta kedua kini, dari 10 pertandingan hasilnya PSIS hanya meraih 2 poin karena alami 8 kekalahan dan 2 kali seri. (NP)





