suaramaluku.com – Ibarat lagu yang sedang ngetop, ternyata aroma “tabula bale” juga terjadi dalam suksesi kepemimpinan atau pemilihan Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Maluku, Ambon, yang saat ini sedang diproses.
Mengapa disebut “tabula bale” atau situasi terbalik dan berbeda?
Informasi yang dihimpun media ini dari sumber internal, Jumat (14/11/2025) ternyata proses pemilihan bakal calon diulang kembali. Hanya lantaran Rektor UKIM waktu itu Dr Henky Herson Hetharia MTh, habis masa jabatannya pada Sabtu 14 Oktober 2025.
Lantas pihak Sinode GPM mengangkat dan melantik Prof Dr John Ruhulein sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UKIM pada 18 Oktober 2025.
Dari situlah muncul aroma “tabula bale” kepentingan. Begini ceritanya. Hasil pemilihan senat universitas yang pertama sudah sah pada Sabtu 20 September 2025.
Saat itu, ada empat nama yang bersedia jadi bakal calon rektor. Mereka adalah Dr Simon Pieter Soegijono SE MSi, Prof Rahel Iwamony PhD, Dr M.P. Pentury MSi dan Dr. Steve G. Gaspersz.
Hasilnya, yakni Dr Simon Pieter Soegijono peroleh 10 suara, Dr M.P. Pentur juga 10 suara dan Dr. Steve G. Gaspersz 7 suara. Sedangkan Prof Rahel Iwamony PhD hanya 5 suara.
Otomatis yang resmi jadi calon rektor hanyalah Dr Simon Pieter Soegijono, Dr M.P. Pentury MSi dan Dr. Steve G. Gaspersz.
Namun bukannya Plt Rektor UKIM Prof Ruhulein proses pemilihan rektor dengan tiga calon penuhi syarat itu, justru panitia memproses ulang bakal calon dengan keempat figur tersebut.
Disinilah kondisi “tabula bale” sangat kental dan memicu tanda tanya di kalangan internal UKIM maupun publik.
Pasalnya, Prof Rahel Iwamony yang awalnya tidak lolos persyaratan karena hanya 5 suara, kembali disertakan dan hasil pemilihan senat kedua untuk bakal calon rektor, mengagetkan ! Terbalik seperti cuma “balikan telapak tangan”.
Hasil pemilihan bakal calon senat kedua yang diumumkan, Kamis (13/11/2025), ternyata Prof Rahel Iwamony yang awalnya tidak lolos persyaratan karena hanya 5 suara, kini naik drastis jadi suara terbanyak yaitu 12.
Kemudian Dr. Steve G. Gaspersz yang pemilihan pertama hanya urutan ketiga dengan 7 suara. Posisinya naik urutan kedua dengan 9 suara.
Berikutnya, Dr M.P. Pentury yang pemilihan pertama meraih suara terbanyak 10 (sama dengan Dr Simon Pieter Soegijono), lolos tapi cuma berada di posisi ketiga dengan 7 suara.
Yang mengejutkan adalah gagalnya Dr Simon Pieter Soegijono di pemilihan kedua itu. Suaranya yang awalnya 10, akhirnya hanya peroleh 4 suara.
Artinya baik Dr Simon Pieter Soegijono dan Dr M.P. Pentury kehilangan 6 suara dan 3 suara. Yang bila dianalisa suara mereka “dilobi” berpindah 7 suara untuk Prof Rahel Iwamony dan 2 suara ke Dr Steve G. Gaspersz.
Sungguh ironis terjadi di tengah semangat perubahan UKIM untuk lebih maju dan bersaing ke depannya.
Informasi yang dihimpun media ini, pemilihan Rektor UKIM periode 2025 – 2029 dengan ketiga calon tersebut, dijadwalkan dilaksanakan Sabtu hari ini 15 November 2025. (SM-05)





