suaramaluku.com – Perintis (founder) yayasan kemanusiaan “Berkat Ambon” Foundation dari California, Amerika Serikat, Ibu Linda Malaihollo/Mossel bersama para relawan di Ambon, melakukan ibadah syukur Natal Kristus di Gereja Joseph Kam, Jemaat GPM Bethel, pada Selasa (30/12/2025).
Perayaan Natal tersebut sebagai bagian dari mensyukuri kelahiran Sang Juru Selamat serta juga membangun kebersamaan para relawan “Berkat Ambon” dalam pelayanan kemanusiaan.
Ibadah natal itu dipimpin oleh Pdt Irene Musa dan dimeriahkan oleh para pendukung acara seperti paduan musik ukulele, nyanyi dan parade pakaian adat.
Perwakilan “Berkat Ambon” di Ambon, Theo Matrutty, kepada media ini Sabtu (1/1/2026) mengatakan, pihaknya bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan, terutama membantu orang-orang sakit tak mampu untuk berobat atau para warga yang berkekurangan.
“Sejak didirikan bulan Agustus 2016 oleh ibu Linda Malaihollo/Mossel yang bersama suaminya menetap di California, Amerika Serikat, kami awalnya bantu tujuh orang pasien yang tidak mampu dan dirujuk pengobatan ke Jakarta. Semuanya kami tangani selama di sana,” ungkap Theo.
Menurutnya, visi “Berkat Ambon” adalah pelayanan kasih sesuai perintah firman Tuhan dan membantu sesama yang berkekurangan.
“Kami bukan saja bantu orang sakit. Tetapi juga anak-anak yatim piatu serta ibu-ibu janda dan duda kurang beruntung. Yang sampai kini berjumlah 100 orang lebih, setiap bulan kami suport dengan beri paket sembako. Selain itu juga bantu yayasan tuna netra Pelita Kasih di Poka,” ujarnya.
Dikatakan, operasional para relawan di Ambon, disuport langsung oleh “Berkat Ambon” Foundation di California, Amerika Serikat, serta juga menerima donasi-donasi dari pihak lain yang dipertanggungjawabkan secara transparan melalui akun media sosial FB.
“Hampir 10 tahun pelayanan kami didukung warga kota Ambon serta juga donatur dari luar negeri. Seperti Yayasan Masohi di Belanda dan salah satu gereja di sana serta perorangan. Termasuk juga ada donasi dari PT PLN dan PT Pelindo Peti Kemas,” katanya.
Theo menjelaskan, pelayanan “Berkat Ambon” tidak hanya di Kota Ambon dan sekitarnya. Namun juga kepada para pasien atau orang tak mampu di Maluku Tenggara, Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, dan Buru Selatan.
“Jadi, kami mencakup berbagai kabupaten di Maluku. Bahkan ada juga pasien yang berasal dari Papua dan Jakarta yang dibantu,” katanya.
Ia menambahkan, sejak tahun 2016 hingga 2022, pihaknya telah membantu mengirimkan orang sakit untuk berobat ke Jakarta telah mencapai sekitar 200 pasien.
Sedangkan untuk wilayah kota Ambon dan sekitarnya, sampai kini tercatat kurang lebih 500 orang telah dibantu pengobatannya dan lainnya.
“Semua orang tak mampu yang hubungi “Berkat Ambon” maka dengan segala upaya akan dibantu. Kami melayani untuk menunjukan kasih Tuhan dalam misi kemanusiaan. Karena itu dukungan dan kepedulian sesama, meskipun dengan sedikit donasi namun itu membantu kebutuhan orang lain,” tambahnya. (NP)






