Ijin Ibadah, Selamatkan Franky Tanamal dari Tragedi Pesawat ATR 42-500

oleh -775 views
oleh

suaramaluku.com – Nasib soal hidup dan matinya manusia tak ada yang tahu. Itu adalah kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, sang pemilik kehidupan.

Hal itulah yang menjadi fakta dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta – Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Pasalnya, seperti diberitakan berbagai media massa dan medsos, seorang teknisi pesawat berdarah Maluku, Franky D. Tanamal dilaporkan luput dari musibah maut tersebut, meskipun namanya tercantum secara resmi di daftar manifes penumpang.

Kabar selamatnya teknisi ini menjadi perhatian publik di tengah proses evakuasi yang sedang berlangsung.

Kisah selamatnya Franky D Tanamal, teknisi pesawat itu ternyata karena batal ikut penerbangan maut tersebut. Meskipun dia tercatat dalam manifes awal penerbangan.

Batalnya Franky berangkat, ternyata karena ia mengajukan izin kepada komandannya untuk tidak terbang sebab harus mengikuti pelayanan ibadah di gereja.

Keputusan sederhana itu menyelamatkan dia dari kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026.

“Ia izin tidak ikut terbang karena ada pelayanan ibadah,” ungkap Rumoton Sitanggang, rekan Franky, seraya menyebut keselamatan sahabatnya sebagai anugerah Tuhan.

Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menegaskan, hanya tujuh kru yang berada di dalam pesawat saat kejadian.

Sejumlah nama, termasuk Franky D. Tanamal, tercantum dalam manifes awal namun tidak ikut terbang.

Kabar selamatnya Franky D. Tanamal sempat dikabarkan oleh Rumton, pemilik akun Facebook bengkel Gemilang Jaya Ban, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dalam postingannya, Rumton mengunggah foto kebersamaannya dengan Franky D. Tanamal.

Sambil diungkapkan pula kabar Franky yang selamat dari musibah sambil berucap syukur.

“Syukur aja, ekspresi syukur aja,” kata Rumton menjelaskan maksud dari postingannya itu saat ditemui TribunnewsBogor.com, Selasa (20/1/2026) di bengkelnya di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dia menjelaskan bahwa Franky memang tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Namun dia enggan menjelaskan lebih detil soal tempat tinggal Franky dengan alasan Franky belum berkenan ditemui awak media.

Rumton menjelaskan bahwa Franky merupakan rekan satu gerejanya. Namun hubungan mereka bukan hanya sekedar teman, meski dia dan Franky berasal dari suku berbeda.

“Dia itu bukan hanya teman, walaupun dia Ambon, saya Batak, ya kita saudara,” katanya.

Terkait Franky yang selamat dari musibah karena ikut acara gereja, Rumton tak menyebutnya sebagai suatu kebetulan.

Dia meyakini itu merupakan jalan Tuhan yang sudah diatur. “Saya bilang itu bukan kebetulan, semua sudah diatur, apa ya, kalau saya simpulkan itulah jalan Tuhan,” ungkapnya.

Hingga kini, Tim SAR gabungan telah menemukan 8 orang jenasah korban.

Awalnya, pada Senin (19/1/2026), Tim SAR gabungan menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.

Kemudian pada Kamis (22/1/2026), ditemukan lagi 6 jenasah. Sehingga sesuai manifest hanya belum ditemukan 2 jenasah. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.