DPD Golkar Maluku Kutuk Penikaman Nus Kei Hingga Tewas, Dua Pelaku Diciduk

oleh -757 views
oleh
Dua terduga pelaku (tengah tangan diborgol) berhasil ditangkap pihak kepolisian. (Foto Ist)

suaramaluku.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku, mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora atau dikenal dengan nama Nus Kei hingga meninggal dunia, Minggu (19/4/2026).

Pernyataan sikap keprihatinan tersebut disampaikan dalam rilis resmi DPD Partai Golkar Maluku yang diteken Ketua nya Umar A. Lessy SP MM dan Sekretaris nya Anos Yermias S.Sos MSi.

Terkait denga itu, DPD Partai Golkar Maluku menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Malra, di wilayah Bandara Langgur.

Menurut mereka, peristiwa ini merupakan kejadian serius yang tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kondusifitas daerah, khususnya di Malra.

Sehubungan dengan itu, DPD Partai Golkar Maluku menyampaikan sikap sebagai berikut:

Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Malra, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.

Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.

Karena itu, DPD Partai Golkar Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di Bumi Raja-Raja.

DUA PELAKU DICIDUK

Sementara itu, diberitakan pihak kepolisian setempat bergerak cepat dan hanya dalam 2 jam berhasil menangkap dua orang terduga pelaku penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Malra, Nus Kei.

Dua terduga pelaku yang diamankan yaitu berinisial HR (28) dan FU (36).

Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Tenggara guna mengungkap motif di balik aksi tersebut.

Seperti diberitakan, peristiwa berdarah itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026), sesaat setelah korban tiba dari Jakarta.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rosita Umasugi kepada wartawan, mengatakan, penyidik masih mendalami latar belakang penikaman tersebut.

“Motifnya masih dalam pendalaman penyidik,” ujarnya di Ambon.

Menurutnya, Kapolda Maluku telah menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan hingga tuntas.

KRONOLOGIS

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar bandara.

Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta sebelum tiba-tiba diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun. Korban baru saja tiba dari Jakarta, kemudian secara tiba-tiba ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” jelas Rositah.

Insiden tersebut cukup mengejutkan banyak kalangan dan komentar terutama di platform media sosial seperti Facebook maupun Grup Whatsapp. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.