Presiden Minta Maaf Kepada Rakyat Maluku, Proyek Blok Masela Senilai 376 T

oleh -477 views
oleh

suaramaluku.com – Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan pembangunan awal atau groundbreaking proyek LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta maaf karena tak bisa langsung hadir di lokasi proyek di Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang bernilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar atau mencapai Rp 376,2 triliun.

“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, ketidakhadiran itu menjadi utang baginya kepada masyarakat Maluku, khususnya Tanimbar. Dalam waktu dekat, dia berjanji akan mengunjungi lokasi tersebut.

“Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Prabowo.

Ia melanjutkan, “Hampir 3 dekade, 3 dasawarsa kita tunggu. 3 dekade 3 dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tak boleh terhambat, harus selesai sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo dari Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, baru pada pemerintah Presiden Prabowo Subianto, proyek ini bisa dieksekusi.

“Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini tepat 16 Juli 2026 kita menandai babak baru, proyek abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, enam presiden. Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi ini,” ujar Bahlil dalam sambutannya di acara Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026).

Pasalnya, kata Bahlil, proyek yang sudah puluhan tahun tidak bisa dieksekusi ini karena masih adanya perdebatan apakah proyek ini dilaksanakan di laut atau di darat.

Namun, menurut Bahlil, atas arahan dari Presiden Prabowo untuk segera dilakukan eksekusi guna meningkatkan ketahanan energi dan perekonomian Indonesia.

“Saya harus sampaikan kepada bapak presiden karena proyek ini sudah terkatung-katung di darat atau di laut. Ini perdebatan yang panjang tapi atas bimbingan dan arahan bapak Presiden untuk segera eksekusi, melakukan asistensi dan berikan penegasan kepada seluruh konsesi-konsesi perizinan minyak dan gas yang telah diberikan yang sudah selesai POD tapi tidak bisa dilaksanakan, segera diberikan instruksi cepat,” jelas Bahlil.

Untuk diketahui, proyek raksasa di sektor migas ini berlokasi sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dikembangkan melalui skema cost recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd dari Jepang selaku operator dengan kepemilikan saham mayoritas (65%), bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) (20%) dan Petronas (15%).

Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada tahun 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi.

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56%, melampaui target yang direncanakan, sementara berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026.

Sementara itu, Menteri yang hadir langsung di lokasi peresmian groundbreaking proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada 16 Juli 2026 selain Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), juga Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Kepala Bappenas) dan Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang).

Juga hadir Gubernur Maluku, Pangdam Pattimura, Kapolda Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar, pihak Inpex dari Jepang dan lainnya.

Sedangkan di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto didampingi beberapa menteri lainnya mengikuti prosesi peresmian tersebut secara virtual dari Istana, yaitu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.