FEBIS UKIM Yudisium 18 Sarjana dan Diploma Periode I

oleh -856 views
oleh

suaramaluku.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, kembali melaksanakan Yudisium Sarjana dan Diploma periode pertama 2025 – 2026.

Yudisium tersebut terhadap 18 orang dari beberapa Program Studi (Prodi), berlangsung di ruang pertemuan Hotel Mulia pada Jumat (29/5/2026).

18 orang mahasiswa yang ikut yudisium terdiri 2 orang Prodi Ekonomi Pembanguan, 8 orang Prodi Manajemen, 5 orang Prodi Akuntasi dan 1 orang Prodi D3 Keuangan Perbankan.

Acara yudisum itu dipimpin oleh Dekan FEBIS UKIM, Gino Manuputty SE MSi, selaku Ketua Senat dan dihadiri seluruh Anggota Senat Fakultas serta para dosen dan orang tua/wali dari mahasiswa.

Kegiatan yudisum tersebut dilakukan sebagai langkah awal sebelum seluruh mahasiswa mengikuti acara Wisuda yang direncanakan berlangsung bulan Juni nanti.

Menurut Manuputty, moment ini adalah titik penting perjalanan akademik kita, yaitu acara yudisium sarjana dan diploma.

“Hari ini bukan hanya tentang pengukuhan gelar akademik, tetapi juga tentang lahirnya generasi baru yang siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, kita hidup di era yang penuh perubahan. Dunia kerja kini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan memiliki integritas.

Dikatakan, perubahan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, serta kompetisi global telah mengubah cara dunia bekerja dan berbisnis.

“Dalam konteks itulah, perubahan kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE menjadi sangat penting,” tegas Manuputty.

Ia menjelaskan, OBE bukan sekadar perubahan administrasi pendidikan, tetapi sebuah paradigma baru yang menekankan pada hasil pembelajaran dan kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studinya.

OBE menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari apa yang diajarkan dosen, tetapi dari kemampuan nyata lulusan dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, melalui kurikulum OBE, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu implementasikan ilmu pengetahuan secara praktis, menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, membangun komunikasi yang efektif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan inovasi.

“Pendekatan ini juga selaras dengan kebutuhan industri modern yang semakin menuntut keterampilan digital dan soft skill yang kuat,” katanya.

Manuputty mengatakan, sebagai lulusan FEBIS UKIM, kita akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persaingan kerja semakin ketat. Banyak pekerjaan konvensional mulai tergantikan oleh otomatisasi dan teknologi digital.

Dunia usaha bergerak sangat cepat, sehingga siapa yang tidak mampu belajar dan beradaptasi akan tertinggal. Namun di balik tantangan itu, tersimpan peluang yang sangat besar.

Dijelaskan, era digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk menjadi entrepreneur, digital marketer, analis bisnis, konsultan keuangan, content creator bisnis, hingga pengembang startup berbasis teknologi.

“Dunia saat ini membutuhkan lulusan ekonomi dan bisnis yang mampu membaca peluang, menciptakan inovasi, serta memiliki kemampuan memimpin perubahan,” tuturnya.

Karena itu, pada momentum yudisium ini, kita tidak boleh hanya bangga karena berhasil menyelesaikan pendidikan. Kita juga harus memiliki komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat.

“Gelar sarjana bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan perjuangan baru di tengah masyarakat,” kata Manuputty.

Untuk itu, tambahnya, mari kita buktikan bahwa lulusan FEBIS bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Bukan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku utama perubahan.

“Jadilah generasi yang tidak takut menghadapi tantangan global, tetapi mampu menjawabnya dengan kompetensi, etika, dan semangat inovasi,” ingatnya.

Dijelaskan, terkait dengan jumlah mahasiswa Yudisum periode I kali ini hanya berjumlah 18 orang, sebagai akibat adanya penyesuaian kurikulum dan KKNI ke OBE yang wajibkan seluruh mahasiswa harus ikuti magang dan dilanjutkan dengan Penawaran KKN Tematik.

Hal ini berdampak pada mahasiswa Angkatan 2022 yang seharusnya ada dalam proses yudisum saat ini namun kenyataannya mereka sementara mengikuti KKN Tematik.

Dekan menambahkan, berbagai capaian yang diperoleh oleh FEBIS UKIM Ambon di tahun ini yaitu bahwa keseluruhan Prodi sudah terakreditasi dengan Nilai Baik, Baik Sekali dan untuk Prodi Akuntasi dengan Nilai Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAMEMBA).

Selain itu, ditambah dengan tiga orang dosen yang sudah menyelesaikan program doktoral nya. (NP)

No More Posts Available.

No more pages to load.