Wattimena: Prestasi Smart City Bukti Ambon Makin Siap Transformasi Digital

oleh -1,984 views
oleh

suaramaluku.com – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, capaian nilai 3,6 pada Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 jadi bukti, transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan hasil yang positif.

Menurutnya, keberhasilan masuk dalam jajaran 10 ibukota provinsi yang dievaluasi secara nasional menjadi motivasi, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

“Puji Tuhan, hasil evaluasi ini menunjukkan, upaya yang selama ini dilakukan Pemkot Ambon, bangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai buahkan hasil. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan arah pembangunan kota yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar,” ujar Walikota, di sela-sela pembukaan Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Grand City Hall Kota Medan, Sumut, Rabu (1/7/2026).

 

Ia menjelaskan, hasil evaluasi yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital tersebut menempatkan Kota Ambon meraih nilai akhir 3,6, berdasarkan penilaian terhadap berbagai indikator pembangunan kota cerdas.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, serta dukungan masyarakat. Karena itu, saya sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang makin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Walikota menyatakan, bahwa evaluasi nasional tersebut menilai penerapan konsep Kota Cerdas melalui enam dimensi utama, yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Dari hasil penilaian, Ambon memperoleh rincian nilai, yakni Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir sebesar 3,6.

Menurutnya, capaian tersebut perlihatkan bahwa berbagai inovasi, yang dikembangkan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Dikemukakan, berbagai terobosan seperti Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan 112, hingga program WAJAR (Walikota Jumpa Rakyat) jadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia juga dinilai jadi salah satu kekuatan, dalam pengembangan konsep Kota Cerdas, yang dipadukan dengan Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029.

Walikota menjelaskan, hasil evaluasi juga menunjukkan perkembangan positif pada berbagai indikator pembangunan daerah.

“Tingkat kemiskinan terus menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi, pelayanan kesehatan semakin terdigitalisasi melalui layanan e-Puskesmas yang terintegrasi dengan sistem SATUSEHAT, serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan terus kami kembangkan. Ini menunjukkan, arah pembangunan yang kami jalankan semakin terarah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Bahwa berbagai catatan yang disampaikan tim asesor akan jadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah, untuk percepat peningkatan kualitas penerapan konsep Kota Cerdas di Ambon.

“Kami menerima seluruh masukan sebagai bahan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia akan menjadi prioritas utama untuk terus dibenahi,” tegasnya.

Pihaknya juga akan percepat pembangunan sistem Satu Data Ambon, agar seluruh layanan pemerintahan dapat saling terhubung, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara lebih akurat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga upaya mitigasi bencana akan terus diperluas.

“Kami ingin Ambon tidak hanya menjadi kota yang memanfaatkan teknologi, tetapi benar-benar menjadi kota cerdas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh rekomendasi dari tim evaluator akan kami tindaklanjuti bertahap sesuai kemampuan daerah,” ujarnya.

Wattimena menambahkan, penguatan kualitas sumber daya manusia juga akan jadi perhatian utama melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura, guna mencetak tenaga ahli di bidang teknologi informasi yang kompeten dan mendukung percepatan transformasi digital di Kota Ambon.

“Kami optimis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemkot Ambon kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kota Ambon masuk dalam daftar 10 ibu kota provinsi yang menjadi objek Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025, yang dilaksanakan Kemkomdigi, dengan meraih nilai akhir sebesar 3,6.

Hasil evaluasi tersebut tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026 yang ditujukan kepada Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

Evaluasi dilakukan terhadap 10 ibukota provinsi, yaitu Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar, dan Mataram.

Penilaian mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas.

Dalam hasil evaluasi nasional tersebut, Kota Ambon peroleh rincian nilai, Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, serta Emerging Technology 4, sehingga hasilkan nilai akhir 3,6.

Angka tersebut berada di atas Balikpapan (3,59) dan Batam (3,5), serta setara dengan sejumlah kota lain yang menjadi peserta evaluasi.

Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui 116 indikator yang mencakup enam dimensi utama kota cerdas, yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Evaluasi juga perhitungkan kondisi awal, keluaran, hasil, dampak, inovasi percepatan, hingga pemanfaatan teknologi digital terbaru.

Dalam laporannya, tim asesor menyebutkan, bahwa Ambon telah membangun fondasi kota cerdas yang cukup kuat.

Identitas sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO dinilai menjadi modal penting, yang didukung oleh Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029.

Kekuatan lain terlihat pada dimensi Smart Governance, melalui pengoperasian Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan 112, serta program “WAJAR” atau Walikota Jumpa Rakyat.

Program-program tersebut dinilai berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain itu, asesor juga menilai indikator sosial ekonomi Kota Ambon menunjukkan perkembangan yang positif.

Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 4,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,84 dengan kategori sangat tinggi, sementara angka prevalensi stunting pada balita berada di tingkat 1,6 persen.

Di sektor kesehatan, layanan e-Puskesmas telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, sedangkan pengelolaan sampah mulai diarahkan menuju sistem RDF/MRF yang lebih berkelanjutan.

Tim asesor juga menilai, bahwa keberadaan Pusat Kendali Kota telah membantu pemerintah daerah memantau keamanan, arus lalu lintas, hingga penanganan kebencanaan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Penggabungan data dari berbagai sektor dalam satu sistem terpadu dinilai meningkatkan transparansi, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial, agar lebih tepat sasaran. (*/SM-12)

No More Posts Available.

No more pages to load.