suaramaluku.com – Kubu tim Banteng Maluku Raya (BMR) U-17 menyoroti adanya indikasi dan dugaan pemakaian pemain non amatir dan tidak fair (adil) nya wasit pada Kompetisi Liga Kampung Soekarno Cup Putaran Nasional 2026 yang berlangsung di Jawa Timur, 10 – 24 Agustus 2026.
Asisten pelatih tim BMR, Zakarias Rumlus yang dihubungi media ini di Surabaya, mengatakan, timnya menilai adanya indikasi pemakaian pemain non amatir atau pemain liga saat Maluku ketemu Kalbar pada partai perdana Grup A di Stadion Gelora 10 November, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, informasi yang diterima di tim Banteng Kalbar ada beberapa pemain yang perkuat klub Liga 3 turut dibawa ke kompetisi Soekarno Cup 2026. Padahal jelas event ini khusus untuk level U-17 amatir.
Hasil penelusuran media ini, pemain Kalbar yang diduga telah bermain di Liga 3 diantaranya adalah penyerang bernama Edy Samsul.
Di akun media sosial yang ditelusuri, nama Edy Samsul main di kompetisi Liga 3 Kalbar periode 2023/2024 bersama klub Dodos FC dan klubnya menjadi runner up.
Apakah dugaan si pemain sudah main di liga hanya bernama sama? Yang pasti faktanya, saat Kalbar menang 4-3 atas Maluku, penyerang Edy Samsul mencetak dua gol.
Bila indikasi dan dugaan itu benar, mestinya Panpel Soekarno Cup 2026 mendiskualifikasi Kalbar. Lantaran memainkan pemain non amatir di kompetisi amatir atau Liga Kampung, sehingga tidak sah.
Sebelumnya, di partai perdana Grup A, saat Jatim vs Jabar pihak tuan rumah juga ajukan komplein bahwa ada pemain Jabar yang terindikasi sudah berlaga di kompetisi non amatir Liga 3.
Saat itu, Jabar menang 4-1 atas Jatim, namun diwarnai adanya kartu merah yang dikeluarkan wasit.
WASIT DINILAI TAK FAIR
Selain itu, kubu Maluku yang dimanajeri Alhidayat Wajo (Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Bidang Pemuda dan Olahraga) juga menyoroti kepemimpinan wasit yang tidak fair atau adil, saat BMR main di partai kedua Grup A lawan Jabar, Kamis (13/8/2026).
Partai Maluku vs Jabar berjalan seru. Skor kedua tim sama kuat 1-1 sampai menit ke 87. Ketika ada serangan balik dari Jabar, penyerangnya terjatuh karena ditekel pemain Maluku di luar kotak penalti.
Namun si penyerang Jabar menjatuhkan diri jauh di dalam kotak penalti sesuai video yang diterima dan dilihat media ini. Hal itu bisa masuk kategori diving. Anehnya, sang wasit yang berada agak jauh langsung tiup peluit menunjuk titik penalti.
Sebaliknya, saat Maluku peluang dapat hadiah penalti. Lantaran ketika terjadi kemelut di kotak 16 Jabar, salah satu pemainnya terlihat jelas menyentuh bola di depan gawang, wasit ada dekat kejadian itu justru diam dan biarkan permainan berjalan terus.
Akibatnya, kubu BMR melakukan protes keras saat wasit malah berikan hadiah penalti untuk Jabar di menit 87 tersebut. Pertandingan akhirnya dihentikan karena ulah wasit tersebut. Meski wasit telah diminta untuk melihat video rekaman.
Uniknya. Pertandingan Maluku vs Jabar akhirnya dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (14/8/2026). Dengan hanya melanjutkan sisa waktu dari menit ke-87 dengan eksekusi penalti untuk Jabar plus tambahan waktu 3 menit.
Kubu Maluku dengan sportifitas tinggi dan junjung fair play bersedia melanjutkan sisa waktu pertandingan. Akhirnya Jabar menang dengan skor tipis 2-1.
“Kami sportif bersedia melanjutkan sisa waktu pertandingan. Namun kami juga langsung melayangkan protes resmi atas kepemimpinan wasit itu,” ujar Rumlus, eks PSA Ambon, PSM Makassar dan Persita ini.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun, belum mau berkomentar banyak.
Hanya ia menilai, mestinya kompetisi bagus ini untuk para pemain muda amatir non liga, jangan dikotori dengan hal-hal tidak jujur dan kurang sportifitas.
“Fair play harus dijunjung tinggi di sepakbola. Jangan merusak mental para pemain muda ,” katanya.
Untuk diketahui, Maluku masuk Grup A bersama Jabar, Jatim dan Kalbar. Di partai kedua, Jatim vs Kalbar berakhir dengan skor 1-1.Sedangkan Maluku sisakan partai ketiga lawan Jatim.
Pada turnamen yang dilaksanakan DPP PDI Perjuangan ini berlangsung di tiga kota yakni Surabaya, Gresik dan Bangkalan. Diikuti oleh 16 tim banteng muda seluruh Indonesia. (*/NP)





