LPM UKIM Dorong Perempuan Hebat, Ekonomi Keluarga Kuat di Era Digital

oleh -25 views
oleh

suaramaluku.com – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mendorong perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pengelola rumah tangga di tengah perubahan ekonomi dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

Semangat inilah yang jadi pesan utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar pada 13 Agustus 2026 bagi para ibu penjaja kue tradisional dan makanan siap saji di kawasan Manggadua.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua PKM, Dr. Jolyne Myrell Parera SE MSi yang juga sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Ambon Koordinator Wilayah Maluku, bersama tim pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKIM.

Para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan, khususnya dalam mengembangkan aktivitas ekonomi yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam kegiatan itu, perempuan didorong untuk tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi juga mengambil peran sebagai pelaku usaha. Berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, baik berupa makanan siap saji dan jajanan tradisional khas orang Maluku.

Peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga dinilai semakin penting di tengah tuntutan kehidupan yang terus berkembang. Ketika perempuan memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, kontribusinya bukan hanya berdampak pada kondisi ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian dan ketahanan keluarga.

Perkembangan teknologi digital memberikan ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk mengembangkan usaha. Kehadiran media sosial dan berbagai platform perdagangan daring memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional.

Karena itu, peserta PKM didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Foto produk yang menarik, informasi produk yang jelas, pelayanan yang cepat serta konsistensi dalam membangun kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam pemasaran melalui media digital.

Menurut Dr Jolyne Parera, perkembangan zaman harus diikuti dengan kemampuan untuk beradaptasi. Perempuan memiliki peluang yang sama untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.

“Perempuan harus berani melihat peluang. Jangan takut memulai usaha dan jangan ragu memanfaatkan teknologi. Sekarang berjualan tidak harus menunggu memiliki toko. Dengan telepon genggam dan media sosial, perempuan sudah dapat memperkenalkan dan menjual produknya kepada masyarakat,” ujar Dr Jolyne Parera.

Menurutnya, aktivitas ekonomi perempuan perlu terus didorong agar berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Pendampingan, peningkatan keterampilan serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi faktor penting untuk membantu perempuan menghadapi persaingan di era ekonomi digital.

Kegiatan PKM tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong peserta untuk segera mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.

Perempuan diharapkan mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki, mengolahnya menjadi peluang usaha, kemudian memasarkannya melalui berbagai saluran digital.

PESAN DAN HARAPAN 

Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital, perempuan memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku ekonomi yang aktif.

Karena itu, perempuan hebat diharapkan semakin giat berjualan secara online, kreatif memanfaatkan media sosial, mengikuti perkembangan tren pasar, dan terus belajar menggunakan teknologi digital.

“Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Mulailah dari apa yang dimiliki, manfaatkan teknologi yang tersedia, dan terus kembangkan usaha. Perempuan berdaya akan melahirkan keluarga yang lebih kuat secara ekonomi,” tuturnya.

Dengan semangat tersebut, pemberdayaan perempuan bukan sekadar tentang meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun fondasi ekonomi keluarga dan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi perubahan zaman. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.