Mahasiswa Asal Negeri Makububui Dibekali Literasi Keuangan dan Ekraf

oleh -55 views
oleh

suaramaluku.com – Mahasiswa perantauan Persekutuan Anak Negeri Makububui mendapatkan pembekalan tentang literasi keuangan dan ekonomi kreatif (Ekraf) melalui Workshop Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Bijak Mengelola Keuangan dan Ekonomi Kreatif Mahasiswa Perantauan Persekutuan Anak Negeri Makububui.”

Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dengan hadirkan dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni Micrets Silaya SE MM dan Maya Laisila SE MSi, bertempat di Sekretariat Persanma, Kamis (10/9/2026).

Keduanya memberikan materi terkait pengelolaan keuangan pribadi, pencatatan keuangan digital, serta ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada mahasiswa perantauan agar mampu mengelola keuangan secara lebih bijak serta memiliki keberanian dalam melihat dan ciptakan peluang ekonomi.

Materi pertama berupa ceramah literasi keuangan bagi mahasiswa perantauan disampaikan oleh Micrets Silaya SE MM. Materi diarahkan untuk tingkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan finansial yang rasional ketika berada jauh dari keluarga.

Kondisi sebagai mahasiswa perantauan membuat kemampuan mengatur keuangan menjadi penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan sumber daya yang terbatas.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diberikan edukasi mengenai konsep kebutuhan dan keinginan, sehingga mampu menentukan pengeluaran berdasarkan skala prioritas.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan cara menyusun anggaran bulanan berbasis prioritas serta prinsip dasar cash flow management atau pengelolaan arus kas.

Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengetahui ke mana uang mereka digunakan, tetapi juga dapat membuat keputusan keuangan secara lebih terencana.

KEUANGAN DIGITAL

Setelah itu, Micrets Silaya melanjutkan dengan materi kedua berupa pelatihan sistem pencatatan keuangan digital. Sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pencatatan berbasis teknologi sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui Google Sheet.

Mahasiswa diberikan latihan untuk melakukan pencatatan keuangan secara digital sehingga pemasukan dan pengeluaran dapat dipantau dengan lebih mudah.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun kebiasaan mengelola keuangan secara tertib, transparan, dan terukur. Pelatihan ini sekaligus menjadi implementasi praktis dari materi literasi keuangan yang telah disampaikan sebelumnya.

PELUANG USAHA

Sementara itu, materi ketiga mengenai Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan disampaikan oleh Maya Laisila SE MSi. Materi tersebut, mahasiswa didorong untuk melihat kreativitas sebagai salah satu kekuatan dalam menciptakan peluang ekonomi.

Ekonomi kreatif merupakan sektor yang bertumpu pada ide, kreativitas, keterampilan, dan bakat sebagai modal utama, bukan semata-mata mengandalkan sumber daya alam.

Mahasiswa juga diberikan motivasi untuk tidak menunggu sampai memiliki rencana yang benar-benar sempurna untuk memulai sebuah usaha.

“Bisnis besar tidak dimulai dari rencana yang sempurna, tetapi dari langkah pertama yang berani diambil hari ini. Anda tidak perlu siap 100 persen. Anda hanya perlu mulai untuk menjadi siap,” menjadi pesan yang ditekankan dalam materi kewirausahaan.

Kreativitas, menurut Maya, perlu diiringi dengan jiwa kewirausahaan. Tanpa jiwa wirausaha, ide kreatif berpotensi hanya menjadi wacana. Sebaliknya, tanpa kreativitas, sebuah usaha akan menghadapi tantangan untuk mampu bertahan dan bersaing.

Workshop Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan bekal yang aplikatif bagi mahasiswa perantauan, tidak hanya dalam mengatur keuangan pribadi, tetapi juga dalam membangun pola pikir kreatif dan kewirausahaan.

Melalui tiga materi itu, mahasiswa peroleh pemahaman mulai dari bagaimana bedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, mengelola arus kas, melakukan pencatatan keuangan secara digital, hingga mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan kapasitas mahasiswa agar mampu menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, kreatif dalam melihat peluang, serta berani mengambil langkah untuk membangun kemandirian ekonomi. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.