Tim PKM UKIM Beri Nilai Ekonomi buat Kelompok Usaha Kopra di Maneoratu

oleh -1,446 views
oleh

suaramaluku.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon melakukan pengabdian berupa penggunaan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah kelapa (sabut kelapa) menjadi produk yang bernilai ekonomi pada Kelompok Usaha Kopra Maneoratu, di Negeri Maneoratu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah.

Tim PKM UKIM tersebut terdiri dari Dr. Resa Dandirwalu M.Hum, Agustinus Sakliresy M.Eng dan Marlen Muskita MSi.

Kelompok Usaha Kopra Maneoratu berdiri sejak tahun 2024 beranggotakan 10 karyawan, sehingga memiliki peluang untuk pengembangan limbah kelapa (sabut kelapa) menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi.

Namun, upaya pengembangan itu diperhadapkan dengan masalah yang dihadapi yaitu pertama, masih menggunakan manajemen yang berbasis kekeluargaan.

“Kedua, teknologi produksi kopra sangat tradisional karena belum mampu melakukan inovasi dan diverensiasi produk, sehingga produk yang ditawarkan ke pasar belum mengalami perubahan atau peningkatan,” ungkap Dr. Resa Dandirwalu M.Hum kepada media, Sabtu (12/9/2026).

Disampaikan juga, bahwa berdasarkan kesepakatan bersama antara Tim PKM UKIM dengan Kelompok Usaha Kopra Maneoratu, maka permasalahan utama adalah sistem manajemen bersifat tradisional dan belum tersedianya teknologi tepat guna (mesin pencacah sabut kelapa).

“Proses manajemen keuangan yang selama ini dilakukan oleh mereka cenderung dikerjakan secara tradisional karena belum ada pembagian tugas yang jelas, tidak ada sistem pengawasan yang ketat, dan tidak ada pembukuan pencatatan keuangan tentang utung dan rugi,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, manajemen yang baik dalam suatu usaha merupakan bagian instrumen penting dalam peningkatan usaha yang sedang dijalankan.

“Selain itu, mitra hanya memproduksikan kopra sehingga sabut kelapa dibiarkan berserakan dan tertumpuk di kebun, padahal sabut kelapa masih bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” katanya.

Solusi terhadap kedua permasalahan itu, menurut Dandirwalu, maka Tim PKM UKIM memberikan pelatihan manajemen dan satu unit mesin pencacah sabut kelapa.

Kegiatan itu berlangsung pada 12 September 2026 di Negeri Maneoratu, yang diikuti oleh anggota Kelompok Usaha Kopra Maneoratu, Pemerintah Negeri Maneoratu dan pihak Gereja, tentang manajemen keuangan dan pengenalan mesin pencacah sabut kelapa sekaligus praktik menggunakannya.

Menurut Dandirwalu, selama proses sosialisasi dan praktik, mereka sangat antusias ikuti dan terlibat secara aktif, sehingga hasil evaluasi menunjukkan mereka telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup baik dalam membuat pembukuan dan operasionalkan mesin pencacah sabut kelapa, jelasnya.

Sementara itu, pembina dari Kelompok Usaha Kopra Maneoratu, Ibu Pdt. Ayawaila S.Si sangat berterima kasih dengan kegiatan yang dilakukan oleh Tim PKM UKIM.

”Semoga kegiatan ini terus dilanjutkan agar kesejahteraan masyarakat semakin lebih baik ke depan,” ujar Pdt Ayawaila. (*/SM-05)

No More Posts Available.

No more pages to load.