Pihaknya, tambah Arfiah, diminta untuk mempresentasikan di forum informasi tentang operasi dan spesifikasi WIG. Tasageoby Group terlibat dengan beberapa lembaga lain yang hadir untuk bertukar pikiran tentang cara terbaik untuk kemajuan dan memperkenalkan Peraturan Kapal WIG untuk Indonesia.
Sementara menyinggung tentang kapan persisnya pihak Tasageoby akan mendatangkan kapal terbang Aron M80 untuk memulai uji coba terbang di Maluku, Arfiah katakan, hal ini akan sangat tergantung kepada pihak Pemerintah Provinsi Maluku, terkait kesiapan lahan untuk terminal utama dan hanggar di Ambon serta penyiapan MoU.
“Kami berharap MoU dari Pemprrov Maluku sudah tuntas, sebelum kedatangan pihak Aron Flying Ship Ltd. dari Korea Selatan sebagai produsen kapal terbang Aron M80, untuk menunjukkan support dari Pemerintah Provinsi Maluku, sebagai pihak di Asia Tenggara yang akan pertama kali menggunakan teknologi pesawat terbang WIG ini,” ujar Arfiah. (SM-05)






