“Saya bersuka cita karena Basudara dari Banda Eli mau tinggal di rumah saudaranya masyarakat Banda selama kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah tahun 2022 ini dilaksanakan. Kita PERBAMU bantu mengkoordinir rumah yang digunakan, dan semua basudara disini sukarela untuk mendukung hal ini,” ungkapnya.
Meskipun leluhurnya terusir dari Banda pada 1621 namun tak ada secuil dendam apapun yang tersimpan dalam nurani orang Wandan kepada praktek kejam Kolonialisme VOC 4 abad silam yang diderita oleh leluhur hingga anak cucu orang Wandan.
“Seng (tidak) ada dendam apapun untuk Belanda ataupun VOC,” ungkap Muhamad Adriansyah Alham Rumra (22).
Generasi muda anak cucu Wandan yang berkediaman tetap di kota Ambon ini turut mengikuti kegiatan ini supaya tidak buta sejarah nenek moyangnya.
Ia pun turut mengapresiasi kegiatan ini serta berharap agar pemerintah terus menyelenggarakannya setiap tahun. (SM-05)






