Potensi Masalah Kesehatan Pasca Bencana Banjir di Maluku

oleh -16,805 views
oleh
Banjir yang baru pernah terjadi di kawasan jalan raya Poka menuju Wailela depan kampus Unpatti, belum lama ini. -reprovideo-

Di samping itu perlu disiapkan tim khusus untuk menyiagakan rapid response team di setiap tingkatan, agar dapat melakukan tindakan segera bila diketahui adanya ancaman potensial kemungkinan terjadinya peningkatan penyakit menular.

Selain koordinasi antar sektor, koordinasi dan kerja sama antar pemerintah daerah pun sangat diperlukan, baik itu antar pemerintah kota/kabupaten maupun provinsi. Penyakit pascabanjir merupakan dampak bencana yang mengancam sektor kesehatan. Penanganannya meliputi usaha perbaikan kualitas kesehatan lingkungan dan menjamin kecukupan air bersih.

Upaya mitigasi efek bencana bertujuan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda. Di sektor kesehatan, aktivitas mitigasi ditujukan untuk mengurangi kerentanan sistem dan mengurangi besarnya bahaya seperti timbulnya berbagai jenis penyakit pascabanjir maupun adanya KLB penyakit  menular.

Bagi pemerintah, sektor kesehatan perlu mendapat prioritas yang diwujudkan dalam program pengelolaan bencana kesehatan nasional. Program dan kegiatan tersebut hendaknya dilaksanakan oleh pemerintah bekerja sama dengan berbagai sektor yang terkait dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti kesehatan dan kebijakan publik, kesehatan masyarakat,  administrasi rumah sakit, sistem penyediaan air, pembangunan, arsitektur, perencanaan, pendidikan, dan sebagainya.

Upaya mitigasi tersebut disusun agar saling melengkapi dengan aktivitas kesiapsiagaan dan respon terhadap bencana.

(Feby A. Metekohy/Dosen Poltekkes Kemenkes Maluku)

No More Posts Available.

No more pages to load.